Hujan Seharian Makassar Kembali Banjir
MAKASSAR, SULSEL - Dua bocah berusaha melintasi banjir di Makassar, Sulsel, Senin (26/12). Sejumlah daerah di Makassar terendam banjir akibat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. (FOTO ANTARA/Yusran Uccang)
Makassar (ANTARA News) - Setelah seharian penuh hujan mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan, banjir (genangan) kembali terjadi di beberapa titik, bahkan mencapai ketinggian paha orang dewasa.

Pantauan di Makassar, Senin, terjadi genangan di sekitar kompleks Bung, Kecamatan Tamalanrea hingga mencapai lutut orang dewasa, kemudian disusul BTN Hamzi air mencapai paha orang dewasa. Kompleks ini berdekatan dengan Sungai Tallo yang sementara ini air meluap hingga kepemukiman warga.

Beberapa warga memilih mengamankan barang-barang berharga dan mengungsi ke rumah kerabat. Ada pula warga sebagian melakukan penyelamatan barang-barang dengan menaikan ke atas ketinggian untuk mencegah kerusakan.

"Terpaksa barang-barang di taruh di tempat tinggi agar tidak rusak, sedangkan lemari tetap kita biarkan, mau diapa saya sendiri tidak kuat mengangkat, kalau rusak mau diapakan lagi," keluh Irmawati warga BTN Hamzi.

Ia mengaku, lokasi rumahnya menjadi langganan banjir tiap tahun, meskipun sudah ditinggikan tetap terkena banjir akibat luapan Sungai Tallo. Perhatian pemerintah kata dia, menjadi harapan besar masyarakat agar dibuatkan tanggul penahan air sungai ketika meluap.  

Tidak hanya di Kecamatan Tamalanrea, banjir juga terjadi di Kecamatan Manggala seperti di Kelurahan Borong. Air kanal di tempat tersebut juga meluap hingga melebar ke rumah-rumah warga dan kompleks yang berada di dekatnya.

Sementara di beberapa ruas jalan protokol, air kembali mengenangi jalan, yang paling parah terjadi di Jalan Pelita, Kecamatan Rappocini hingga di atas mata kaki, begitupula di Jalan Andi Pangeran Pettarani dan Urip Sumoharjo serta Perintis Kemerdekaan.

Sejumlah pengguna jalan terpaksa melambatkan kendaraan. Bahkan beberapa kendaraan bermotor mogok mesin karena air membasahi sistem pengapian (busi).

Anggota DPRD Makassar, Iqbal Djalil mengatakan, penyebab banjir salah satunya disebabkan sejumlah drainase tidak saling terintegrasi atau tidak bersambung dengan baik, sehingga air yang terkumpul naik kepermukaan bukan terbuang ke muara laut.

"Drainase tidak tersambung dengan baik akibat buntu sehingga naik ke permukaan dan terjadilah banjir. Kesadaran masyarakat masih kurang dan masih saja membuang sampah ke drainase, belum lagi ada yang menutup drainase memperparah keadaan," ungkapnya. (T.PSO-282/F003)