"Pemkab Mamuju kami minta untuk terus memberikan bantuan pangan terhadap masyarakat yang menjadi korban abrasi pantai di Desa Tampalang dan masih berada di pengungsian," kata Kepala Taruna Siaga bencana (Tagana) Dinas Sosial Sulbar, Asri di Mamuju, Senin
Ia juga meminta, kepada Pemkab Mamuju memberikan bantuan obat-obatan serta fasilitas lainnya kepada korban abrasi pantai yang berada dipengunsian.
Selain itu juga, Pemkab Mamuju juga harus memberikan bantuan relokasi kepada korban abrasi pantai di Desa Tapalang Kecamatan Tapalang, agar mereka tidak lagi kembali ketempatnya bermukim selama ini yang rentang terkena bencana abrasi pantai.
"Pemerintah di provinsi hanya membantu pemerintah di Kabupaten Mamuju dalam menangani korban abrasi pantai sehingga Pemkab yang mesti lebih proaktif menangani korban abrasi di Kecamatan Tapalang,"katanya.
Menurut dia, Pemkab Mamuju harus membantu menyiapkan relokasi bagi korban abrasi Desa Tapalang sebanyak 37 KK karena jika tidak dilakukan masyarakat tersebut akan kembali membangun pemukimannya yang hancur dihantam abrasi sehingga mereka akan terus menerus dihantam abrasi.
"Sudah berkali kali masyarakat Desa Tampalang menjadi langganan abrasi pantai yang membuat pemukiman merekahancur dan membuat mereka kehilangan tempat tinggal, namun mereka tetap kembali membangun pemukimannya yang hancur itu,"katanya.
Ia mengatakan, pada awal 2011, puluhan rumah di Desa Tampalang porak poranda dihantam gelombang pasang setelah tanggul penahan ombak di desa itu hancur lebih dulu dihantam gelombang pasang tersebut.
Kemudian, kata dia, Selasa (28/12) sekitar pukul 19.30 Wita, pemukiman warga yang baru dibangunkan pemerintah setelah hancur kembali dihantam gelombang pasang.
"Tercatat sekitar 37 rumah warga kembali dihantam gelombang pasang akibatnya warga saat ini masih berada dipengungsian karena rumah mereka tidak dapat lagi ditempati," katanya.
Sehingga, menurut dia, warga yang telah kehilangan tempat tinggal itu sebaiknya direlokasi dan tidak lagi kembali dibangunkan tempat tinggal karena lokasi mereka itu merupakan langganan bencana abrasi pantai itu.
"Kalau tidak relokasi masyarakat akan kembali membangun pemukiman mereka yang hancur meski sudah tidak aman dari hantaman gelombang pasang, sehingga pemerintah harus lebih dulu merelokasi mereka," ujarnya.
(T.KR-MFH/A035)

















