Gorontalo (ANTARA News) - musim hujan yang melanda Provinsi Gorontalo dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir ini, berdampak pada kenaikan harga beras.

Romi salah seorang pedagang beras di Kabupaten Gorontalo, Jumat mengatakan, saat ini sedang berlangusung panen padi namun untuk proses giling terhambat dengan cuaca hujan.

"Stok beras saat ini masih kurang, karena padi belum bisa digiling akibat cuaca untuk mengeringkan tidak mendukung," Kata Romi.

Dia menjelaskan, saat ini harga beras di pasaran lokal Gorontalo mencapai Rp420 ribu hingga Rp430 ribu per 50 Kg, mengalami peningkatan sangat signifikan jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Jipu salah seorang pemilik gilingan padi di Kabupaten Bone Bolango mengatakan, saat ini stok gabah banyak. Namun untuk proses pengeringan terkendala cuaca hujan.

"Jika gabah digiling dalam keadaan basah, maka hasilnya tidak akan bagus, beras banyak yang patah dan menjadi hitam," Kata Jipu.

Dia menjelaskan, bahwa saat ini permintaan beras untuk kebutuhan Gorontalo dan sekitarnya sangat tinggi.

Sementara produsen tidak bisa melayaninya, sebab konsumen memilih beras yang kualitasnya bagus untuk dikonsumsi.

Dia mengungkapkan, saat ini para pedagang beras membeli ditingkat petani ataupun pemilik gilingan padi dengan harga yang sangat bervariasi antara Rp395 ribu hingga Rp405 ribu per 50 kg.

"Kami penjual terpaksa menaikan harga jual karena biaya operasional penggilingan mengalami peningkatan," Kata Jipu. (T.M031/B008)