Kendari (ANTARA News) - Kalangan siswa utusan dari sejumlah sekolah setingkat SMU dan SMP berpakaian seragam lengkap mengikuti lomba kreasi bahaya narkotik dan obat-obatan (Narkoba).
"Lomba kreasi bahaya Narkoba bagi kalangan siswa sebagai upaya agar siswa menjauhi obat terlarang," kata staf Humas Badan Narkotika Sultra, Arif di Kendari, Jumat.
Lomba kreasi yang digelar dalam rangka memperingati hari anti Narkoba se-dunia tingkat provinsi Sultra diikuti SMU utusan dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan (Konsel) dan Kota Kendari.
Selain menggelar lomba kreasi bahaya Narkoba, juga BNP Sultra telah melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk berisi imbauan menjauhi Narkoba dan sosialisasi bahaya Narkoba bagi pengusaha tempat hiburan malam (TMH).
BNP bersama instansi terkait juga melakukan razia narkoba di THM dan mengadakan pameran karya lukisan mantan korban pengguna Narkoba.
Pelatih siswa peserta lomba kreasi bahaya Narkoba Kabupaten Buton, Argus mengatakan minat siswa ikut kegiatan mengantisipasi bahaya narkoba cukup tinggi.
"Pihak orang tua siswa mendukung kegiatan mencegah bahaya Narkoba. Siswa pun antusias sehingga tidak ada kendala," kata Argus.
Sasaran yang diharapkan dari kegiatan kreasi anti Narkoba adalah siswa/siswi menjauhi obat terlarang tersebut.
Kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah Provinsi Sultra yang terdiri dari 10 kabupaten dan dua daerah kota, belakangan ini makin meningkat.
Di tahun 2011 selama periode Januari hingga 30 Desember 2011, Direktorat Narkotika Obat-obatan dan zat adiktif (Narkoba) Polda Sulawesi Tenggara, menangani 67 kasus narkoba.
Menurut laporan akhir tahun Polda Sultra, pengungkapan kasus Narkoba tahun 2011 mengalami peningkatan sebanyak 20 kasus dibandingkan tahun 2010 yang hanya tercatat sebanyak 47 kasus.(T.S032/Y008)
Sejumlah Siswa Ikuti Lomba Kreasi Bahaya Narkoba
COPYRIGHT © 2012

















