Majene, Sulbar (ANTARA News) - Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata ternyata termasuk dalam wilayah termiskin dari 50 kabupaten/kota yang di tetapkan termiskin di seluruh Indonesia.

Hal tersebut diutarakan Anggota DPD RI, Asri Anas di Majene, Jumat, yang menyebutkan bahwa dari 50 kabupaten/kota termiskin di seluruh Indonesia, Mamasa sangat jauh tertinggal dan berada pada urutan 40 dan hal tersebut dianggap sangat memprihatinkan, dibanding dengan potensi yang dimiliki.

"Selain memiliki potensi pariwisata, Mamasa juga memiliki potensi perkebunan kopi, peternakan, dan budidaya ikan tawar. Namun potensi tersebut tidak terkelola dengan baik oleh pemerintah setempat sehingga tidak memberi manfaat bagi warga," ucapnya.

Rendahnya pengembangan potensi kedaerahan, dari lima kabupaten di Sulbar, warga Mamasa paling banyak memilih untuk melakukan migrasi ke daerah lain agar mendapatkan lapangan pekerjaan dan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Asri menyebutkan, paling banyak warga Mamasa ditemukan di Kabupaten Pinrang, dan Sidrap, Sulawesi Selatan, serta di Kabupaten Polewali Mandar dan Mamuju, Sulbar, sebab kabupaten tersebut berdekatan dengan Mamasa dan masih cukup tersedia lapangan pekerjaan.

"Sejumlah warga yang ditemui mengaku sekitar sembilan tahun sebelumnya masih memiliki sumber penghasilan memadai melalui perkebunan kopi dan budidaya ikan air tawar. Akan tetapi tidak dilakukan peremajaan sehingga sebagian besar tanaman kopi warga sudah tidak produktif lagi," terangnya.

Sumber penghasilan lain yang tidak termaksimalkan adalah budidaya ikan air tawar, meskipun saat ini Mamasa telah memiliki dua lokasi balai pengembangan dan budidaya ikan tawar yang dialokasikan dari pemerintah pusat.

Bahkan, lanjut Asri, potensi pariwisata Mamasa juga terhambat akibat sistem pemberdayaan warga tidak mampu dimaksimalkan dengan baik pemerintah setempat. Masalah akses transportasi yang minim juga menjadi faktor penghambat berkembangnya Mamasa.

"Tentunya untuk mengatasi hal ini perlu dilakukan perencanaan yang matang dan mendalam atas seluruh aspek dan potensi yang bisa dikembangkan sehingga masyarakat mampu ikut mengembangkan perekonomian daerah," jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, bantuan yang dialokasikan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten bisa tepat sasaran dan memberi dampak positif kepada warga dengan salah satu indikator peningkatan perekonomian warga.
(T.KR-AAT/F003) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar