Majene, Sulbar (ANTARA News) - Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengeluhkan fasilitas ruang perawatan yang dianggap membuat pasien semakin sulit menjalani penyembuhan karena tidak betah dengan kondisi ruangan.

Pasien penyakit dalam yang dirawat di ruang perawatan kelas I, Muhammad Taswin di Majene, Rabu, mengaku fasilitas yang tersedia tidak memadai, di antaranya fasilitas penerangan yang sangat terbatas, fasilitas kamar mandi, kebersihan, serta tempat tidur yang tidak layak.

"Bagaimana mungkin kami bisa menjalani proses penyembuhan dengan cepat jika fasilitas yang disediakan saja tidak sesuai dengan harapan. Saya merasa penyakit saya semakin bertambah parah saat dirawat di RSUD," ungkap pasien penyakit paru-paru itu.

Dia mengakui pelayanan yang diberikan perawat maupun dokter sudah maksimal dan memuaskan, namun yang menjadi keluhan adalah ketersediaan fasilitas. Tentunya hal tersebut sangat menunjang proses penyembuhan pasien melalui kenyamanan dan ketenangan dalam mejalani pengobatan.

Hal serupa diungkapkan salah satu pengunjung, Herlina mengaku beberapa ruangan perawatan di RSUD Majene belum dilengkapi dengan fasilitas penunjang bagi pasien dalam menjalani perawatan. Begitu juga dengan tamu yang ingin berkunjung ke rumah sakit.

"Kami berkunjung ke rumah sakit untuk memberikan semangat kepada pasien, namun jika fasilitas yang tersedia tidak menunjang kami juga merasa tidak nyaman, utamanya masalah kebersihan ruangan," ujarnya.

Menanggapi keluhan pasien dan pengunjung, Direktur RSUD Majene, Rahmi Noor mengatakan, pelayanan yang diberikan melalui penyediaan fasilitas telah sesuai dengan standar dan ketentuan RSUD. Keluhan dari pasien serta pengunjung dianggap hal lumrah dalam setiap pelayanan.

"Di mana-mana pasti ada keluhan jika berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan hal tersebut tentu menjadi bahan masukan bagi kami untuk melakukan pembenahan dan perubahan sesuai harapan pasien agar proses penyembuahannya juga bisa dipercepat," tuturnya.

Dia menjelaskan, standar pelayanan perawatan juga bertingkat-tingkat dan berbeda-beda. Pasien yang mengeluh terkadang ingin ditempatkan pada ruang perawatan VIP, karena keterbatasan sehingga pasien terpaksa harus menunggu ada pasien lain yang keluar.

Dia mengaku saat ini pihaknya sementara melakukan pembenahan beberapa ruang perawatan sehingga untuk sementara belum bisa ditempati dan pasien yang ingin berobat harus bersabar ditempatkan di ruang perawatan bangsal, kelas II, serta kelas I. (T.KR-AAT/F003)