Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, menyiapkan anggaran untuk perbaikan iklim investasi dan iklim usaha tahun ini senilai Rp6,08 miliar.

"Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2012 telah kita siapkan untuk membiayai program perbaikan iklim investasi dan iklim usaha. Dana yang disiapkan itu jumlahnya cukup memadai atau sekitar 0,63 persen dari total APBD sebesar Rp969 miliar di tahun ini," kata Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Sulbar, Drs Rasyid Tumpang di Mamuju, Minggu.

Menurut dia, program perbaikan iklim investasi dan iklim usaha menjadi program prioritas Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Wakil Gubernur Aladin S Mengga periode 2011-2016.

"Perbaikan iklim investasi dan iklim usaha masuk dalam deretan pada program pembangunan Sulbar yang diberi nama "Panca Karya Pembangunan phase II sebagai kebijakan strategi pembangunan lima tahun setelah dilantik menjadi gubernur pada 14 Desember 2011," katanya.

Ia menjelaskan, program Panca Karya Pembangunan Sulbar merupakan penajaman program pembangunan melalui empat arah kebijakan pada phase pertama tahun 2004-2011.

Ada lima kebijakan strategi pembangunan gubernur yang hendak dicapai diantaranya peningkatan profesionalisme aparatur (personalcapacty building) pemerintah daerah, peningkatan kualitas dan perluasan ketersediaan sarana dan prasarana ekonomi vital.

Kemudian, kata dia, peningkatan promosi dan kerja sama dengan pihak ketiga baik dalam negeri maupun luar negeri, peningkatan pemanfaatan sumberdaya alam dan terakhir pengembangan pemerintah yang peduli lingkungan.

Oleh karena itu, kata dia, lima arah kebijakan Pemprov Sulbar menjadi bagian penting untuk menjadi perhatian semua stakeholder Pemprov Sulbar.

"Semua SKPD harus mampu mengimplementasikan arah kebijakan gubernur seperti apa yang tertuang dalam program Panca Karya Pembangunan lima tahun kedepan," ungkap Rasyid.

Ia menambahkan, Pemprov Sulbar akan membuka peluang bagi investor sehingga iklim investasi bisa semakin kondusif.

"Ini sangat penting karena dampaknya akan turut meningkatkan gairah swasta untuk berinvestasi dalam pembangunan di daerah ini," ujarnya. (T.KR-ACO/R010)