"Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal, produksi makanan khususnya makanan tradisional tidak akan kalah dengan makanan impor," kata Arismunandar pada Gelar Cipta Karya Boga 2012 di Makassar, Minggu.
Menurut dia, dewasa ini cukup memprihatinkan karena makanan impor banyak beredar dan harganya pun cukup mahal.
Padahal makanan lokal jika dikelola dengan baik, lanjut dia, dapat menyaingi makanan impor yang umumnya berbahan dasar dari gandum yang dibuat menjadi terigu.
"Namun dengan sentuhan karya cipta kreatif para mahasiswa Jurusan PKK Fakultas Teknik UNM, dapat membuat aneka makanan dari produk lokal seperti tepung beras dan jagung," katanya.
Dia mengatakan, dengan lebih banyak yang mengembangkan makanan tradisional dari bahan lokal, maka akan memiliki dampak positif terhadap upaya membangun ekonomi rakyat.
Sementara itu, Ketua Jurusan PKK FT UNM Hj Ratnawati, TM Hum mengatakan, kegiatan tersebut merupakan ajang pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan, seni, kreativitas, dan bakat sebagai ahli boga yang handal.
"Mahasiswa yang mendalami tata boga diharapkan dapat menjadikan ilmunya itu sebagai bekal untuk membuka lapangan kerja setelah lulus," katanya. (T.S036/R010)

















