"Ini imbas dari pergantian pimpinan pupuk urea di daerah ini. Ini kesalahan produsen yang lambat mengantisipasi," kata anggota Komisi B DPRD Sulsel, Jumardi Haruna di Makassar, Rabu.
Ia mengemukakan, seluruh gudang pupuk urea di Sulsel termasuk yang ia datangi di Kabupaten Sidrap satu minggu lalu sudah kosong.
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini menuding produsen pupuk urea telah melanggar Nota Kesepahaman (MoU) dengan pemprov Sulsel yang isinya produsen wajib menyiakan pupuk sebelum musim tanam.
"Urea dan ZA paling banyak digunakan petani di Sulsel. Pupuk Kaltim dan Petrokimia harus menyiapkan pupuk di gudang-gudang satu bulan sebelum misim tanam dimulai," ucapnya.
"Harusnya pembongkaran muatan kapal yang membawa pupuk di dermaga yang diprioritaskan, karena pupuk tersebut tidak ada lagi gunanya kalau musim tanam sudah lewat," ucapnya.
"Gudang pupuk yang ada di bagian Selatan saat ini semua kosong. Imbasnya produksi pasti menurun, karena usia padi sudah ada yang satu bulan, tetapi belum dipupuk," ucapnya.
Daerah di kawasan selatan yang telah melakukan musim tanam dan kehabisan pupuk urea dan ZA yakni Kabupaten Maros, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Bone.
(T.KR-MH/S025)

















