Makassar (ANTARA News) - Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Kusman Suriakusumah mengatakan, Makassar dapat menjadi pusat rehabilitasi pecandu narkoba di Kawasan Timur Indonesia.

"Pusat Rehabilitasi di Baddoka, Makassar dan pascarehabilitasi di Bengo-Bengo, Kabupaten Maros dapat menjadi pusat rehabilitasi pecandu narkoba di KTI," kata Kusman pada kunjungan kerja Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu dan inspektorat BNN di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, khusus penanganan pecandu narkoba pada pascarehabilitasi, mengenal dan menyatu dengan alam pada hutan pendidikan Unhas dinilai dapat mendorong pecandu narkoba untuk tidak kembali ke dunia narkoba.

Hal itu, sudah dilakukan survei di negara-negara maju dan hasilnya cukup signifikan, sehingga BNN bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti Unhas sudah melakukan studi di pusat pascarehabilitasi di London.

"Di lokasi itu dikembangkan penguatan jati diri, termasuk memberikan arena "outbound" dan sarana yang dapat membantu lebih mengenal dan menyatu dengan alam," katanya. 

Menurut dia, apabila seseorang menghargai alam maka juga alam akan menghargainya. Dengan filosofi itu, para mantan pecandu narkoba diharapkan setelah melalui proses rehabilitasi dan pascarehabilitasi tersebut, dapat kembali ke masyarakat tanpa terpengaruh dengan narkoba lagi.

Mengenai pengoperasian pusat rehabilitasi pecandu narkoba di Baddoka, Makassar, ia mengatakan, tenaganya berasal dari daerah setempat, termasuk tim medis.

Sedang daya tampung pusat rehabilitasi itu diakui, sebanyak 500 orang atau sama dengan pusat rehabilitasi UPT Lido di Sukabumi. (T.S036/S016)