Makassar (ANTARA News) - Universitas Hasanuddin Makassar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional membangun pusat pascarehabilitasi pecandu narkoba di Hutan Pendidikan Unhas.
"Hutan pendidikan yang lokasinya 110 meter diatas permukaan laut itu, dicapai sekitar dua jam perjalanan darat dari Kota Makassar," kata Wakil Rektor Unhas Bidang Perencanan, Pengembangan dan Kerja Sama Prof Dr Dwiah Ariestina di Makassar, Jumat.
Dia mengatakan, hutan pendidikan yang dikelola Fakultas Kehutanan Unhas tersebut selain sebagai objek wisata "eco-tourism", juga dijadikan lokasi pascarehabilitasi pecandu narkoba setelah menjalani proses rehabilitasi di Baddoka, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Berdasarkan data Unhas, kawasan tersebut memiliki delapan kamar penginapan dengan satu aula berkapasitas 500 orang.
Selain itu, terdapat 14 wahana untuk kegiatan "out bound". Sementara anggaran yang dialokasikan untuk membangun fasilitas tersebut sekitar Rp3 miliar.
Lebih jauh Dia mengatakan, lokasi penanganan pascarehabilitasi bagi pecandu narkoba itu, mencontoh model di Inggris.
"Dengan mendekatkan para mantan pecandu dengan alam, diharapkan mereka tidak lagi kembali ke dunia narkoba," katanya.
Apalagi di lokasi tersebut, lanjut dia, selain flora yang menarik dan indah, juga terdapat aneka fauna diantaranya Macaca maura sp. jenis kera hitam yang dilindungi.
Terbukti, salah seorang mahasiswa asal Italia, Christina yang mengambil program magister di Unhas, dalam setahun terakhir melakukan penelitian di lokasi itu dan telah bersahabat dengan sejumlah kera hitam endemik Sulawesi di kawasan Taman Nasional Bantimurung, Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulsel. (T.S036/S016)
Unhas Kerja Sama BNN Tangani Pecandu Narkoba
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Unhas tidak Termasuk 21 PTN Ditangani BPK
- Tiga Daerah Jadi Proyek Budidaya Universitas Sydney-Unhas
- Unhas 17 Tahun Kerja Sama dengan Australia
- Universitas Sydney dan Unhas Teliti Bersama
- Unhas-Universitas Sydney Kerja Sama Bidang Kesehatan
- 15 Dokter Interensip Magang di Bantaeng
- Pengamat : Kasus Moko harus Dituntaskan Secara Profesional
- Kutai Kartanegara Juara Umum Piala Rektor Unhas

















