Penandatanganan kesepakatan kerja sama sekaligus peluncuran pertama untuk program ini di Indonesia dilakukan Kepala Perwakilan USAID untuk Indonesia Glenn Anders dengan Gubernur Sulsel diwakili Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Yaksan Hamzah dan masing-masing kepala daerah Kabupaten Takalar, Maros, Enrekang, Jeneponto, Kota Parepare dan Kota Makassar di Makassar, Rabu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur, mengemukakan, sampai 2011 baru 66 persen warga perkotaan Sulsel yang menikmati air bersih dan 34 persen untuk pedesaan, sedangkan sanitasi baru 84 persen.
Sementara, Kepala Perwakilan USAID Glenn Anders mengatakan bahwa program ini adalah bagian dari kemitraan komprehensif Amerika Serikat dengan Indonesia dengan tujuan untuk memperluas kerja sama antara kedua negara di bidang lingkungan, kesejahteraan, demokrasi, dan keamanan.
USAID merilis laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) 2010 yang menyebut bahwa hampir 20 persen dari hampir 8 juta penduduk Sulsel masih membuang air besar sembarangan dan 40 persen membuang limbah kotorannya ke tanah.
Ia mengemukakan, enam daerah di Sulsel yang dipilih untuk program lima tahun kedepan didasarkan pada hasil peninjauan yang menunjukkan ketersediaan air bersih dan sanitasi di daerah ini masuk kategori paling rendah, disamping kepala daerahnya mampu bermitra baik dengan USAID.
Glenn menambahkan, USAID menggelontorkan dana 34 juta dollar Amerika Serikat untuk membiayai dua program ini selama lima tahun di 34 kabupaten/kota di Indonesia meliputi, Sulsel enam daerah, Sumatera Utara enam daerah, Jawa Timur enam daerah, Jawa Tengah lima daerah, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten delapan daerah, serta Kota Ambon dan Kota Jayapura. (T.KR-MH/S016)

















