Hal itu dilakukan pemerintah karena selama tiga tahun terakhir program ini dinilai belum efektif sepenuhnya.
Untuk tahun 2012 sebut Burhanuddin, anggaran Genas Kakao hanya Rp500 miliar dibanding tahun 2011 sebanyak Rp1,5 triliun terbagi di 25 provinsi pelaksana program Gernas Kakao. Sementara Sulsel mendapat Rp45 miliar yang sebelumnya Rp150 miliar.
Terkait dengan tanggapan adanya kegagalan, kata dia, disela Musyawarah Petani Kakao dan dialog Kakao secara nasional, membantah tanggapan tersebut.
Ia menyebutkan, areal penanaman Kakao seluas 14 ribu hektar tahun 2012 di Sulsel dan telah dilakukan peremajaan, rehabilitasi dan intensifkasi. Ditambah 2,5 juta pohon kakao telah dibagikan sebagai bibit.
Sementara Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD) Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Dinas Perkebunan Sulsel, Andi Ardin Tjatjo mengatakan, tahun 2012, khusus program Gernas Kakao di Sulsel tetap dilanjutkan, tetapi ada sekitar 1.000 hektare lahan tersebar di kabupaten/kota akan direhabilitasi.
"Tahun 2011 untuk anggaran Rp150 miliar bisa dicover sekitar 6.000 hektar, program Gernas Kakao tiga tahun, kalau untuk dana tahun ini sangat minim dan kita dapat lakukan hanya peremajaan di area tertentu," urainya.
(T.KR-DFB/F003)

















