Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 150 orang pedagang lama menjadi penerima kunci tahap pertama saat pembangunan pasar percontohan Lambocca di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat, dinyatakan rampung.

Penyerahan dilakukan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah kepada perwakilan pedagang disaksikan Wakil Ketua DPRD Bantaeng, Darwis dan sejumlah wakil rakyat lainnya.

Selain itu, juga disaksikan, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Hj Emma Mustadjab, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sejumlah undangan lainnya.

Bupati mengaku sangat senang dengan penyerahan kunci ini karena dapat mewujudkan janji dua tahun silam. Ketika itu, baru dalam tahap perencanaan dan dananya belum ada.

Kini, pedagang sudah dapat menggunakan kios dan lodsnya tanpa mengeluarkan dana sebab pasar tradisional moderen ini tidak dipungut bayaran alias gratis, terang Bupati yang berharap para pedagang bisa mengikuti aturan.

"Karena ini pasar percontohan nasional dan hanya 10 di Indonesia, maka pedagang diharapkan mematuhi ketentuan untuk menjamin kebersihan, ketertiban dan keamanan pasar ini," urainya.

Kebersihan, keindahan, keamanan serta kejujuran inilah yang membedakan kondisi Pasar Lambocca yang dulu dengan yang sekarang. "Dulu kumuh dan tidak teratur. Sekarang bersih, teratur dan cantik. Bahkan dilengkapi mesjid, klinik dan timbangan umum untuk menghilangkan keraguan," ucapnya.

Menurut Bupati, pada tahap awal pasar ini masih beroperasi Senin ¿ Kamis, namun setelah peresmian yang akan dilakukan Menteri Perdagangan, pasar ini dijadikan pasar harian.

Bila sudah menjadi pasar harian, Pasar Lambocca diharapkan menjadi asesori kota untuk memudahkan masyarakat Bantaeng maupun yang melintas di daerah berjarak 120 kilometer dari Kota Makassar ini mencari kebutuhannya.

Selain kios dan lods, Pasar Lambocca juga dilengkapi restoran berlantai dua di bagian belakang menghadap ke laut. Para pedagang juga akan mendapat pembinaan dari Kementerian Pedagangan selama tiga tahun.

Bupati berharap, masyarakat tetap bersatu dan menjaga kondisi daerah yang sudah kondusif agar tidak mudah terkotak-kotak. "Pupuk hubungan silaturahmi yang baik agar sisa waktu ke depan, masih banyak yang bisa dilakukan," ucapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Pertambangan dan Energi, H Abd Gani melaporkan, pembangunan pasar bernilai Rp15 miliar bantuan Kementerian Perdagangan ini dilakukan selama 180 hari.

Pasar tradisional moderen ini terdiri atas 712 unit masing-masing 112 unit kios yang terbagi empat blok, bangunan lods kering dan basah sebanyak 364 unit, lods ikan 24 unit, bangunan kuliner 20 unit dan bangunan lapak temporer 192 unit.

Selain bangunan tersebut, pasar ini juga dilengkapi mushallah, klinik, kantor pengelola, menara air dua unit dan pos jaga dua unit, urai Abd Gani seraya mengingatkan, bila dalam waktu dua bulan bangunannya tidak digunakan, Pemda akan mengalihkan kepada pedagang lain yang lebih membutuhkan. (T.KR-DF/F003)