Makassar (ANTARA News) - Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya meminta agar diberikan hak mengelola lahan parkir di pusat perbelanjaan moderen (Mal) di Makassar, Sulawesi Selatan yang sebelumnya dikuasai pihak ketiga.  

"Sebelumnya kami meminta kepada DPRD Makassar agar diberikan hak mengelola lahan parkir di Mal, tetapi sampai saat ini tidak ada kejelasan," kata Direktur PD Parkir Makassar Raya Aryanto Dammar di Makassar, Sabtu.

Ia menyatakan, apabila diberikan kewenangan mengelola lahan parkir di sejumlah Mal maka akan dilakukan secara profesional. Dengan dasar pertimbangan serta jaminan apabila pemilik kendaraan kehilangan kendaraan akan medapat ganti rugi.  

Pengelolaan parkir di area Mal, kata dia, telah dilakukan upaya pendekatan dengan pihak mal, tetapi pengelola mal dan sejumlah hotel enggan memberikan jawaban dan malah lebih memilih lahan mereka dikelola swasta yang sarat akan permainan yang dapat merugikan masyarakat.

"Kami sudah bicarakan ke sejumlah pengelola mal bahkan telah di ajukan ke dewan dalam rangka fasilitator, tetapi sampai saat ini tidak ada tanda-tanda dan kejelasan," paparnya.  

Masalah jaminan kata Aryanto, pihaknya menjamin bila diserahkan untuk mengelola parkir di Mal akan dilakukan secara baik dan benar. Tidak hanya itu ganti rugi atas kendaraan yang hilang bisa dijadikan alasan kuat dibanding pihak swasta yang terkesan sepihak dan diduga tidak bertanggung jawab apabila pemilik kehilangan kendaraannya.

"Pelayanan kita akan lebih baik, kami sudah mengelola 1.000 titik parkir di Makassar, apabila kami diberi satu titik di area Mal tentu saja jaminan keamanan akan diberikan dan jauh lebih mudah," harapnya.

Saat ini PD Parkir Makassar Raya lanjut dia, mendapat kenaikan target Pendapatan Asli Daerah hingga 10 persen. Hal inilah yang menjadi salah satu persoalan dengan harapan agar diberikan jalan untuk dapat mengelola area pakir di Mal sebab pemasukan PAD jelas.

"Pada 2011 lalu target pendapatan Rp7,6 miliar dinaikkan tahun ini Rp8,5 miliar, salah satu harapan adalah mengelola lahan parkir di Mal sehingga optimistis target bisa terpenuhi dan juga mendapatkan laba," ungkapnya.

Pakar Transportasi Sulsel Lambang Basri mengatakan, dengan penambahan target pendapatan pihak PD parkir sebaiknya mencari alternatif lain sehingga untuk menyakinkan pengelola mal tekait lahan parkin akan lebih mudah mendapatkannya.  

Potensi lahan parkir di Makassar tambahnya, cukup besar seperti Taman, Hotel, Gedung Perkantoran dan lainnya termasuk Mal.

"Usulan yang baik bila PD Parkir yang mengelola lahan parkir di Mal, namun kendalanya apakah pihak pengelola mau memberikan itu uang mejadi soal. PD Parkir sebaiknya bekerjasama dengan pihak ketiga, dan pengelola Mal dengan hasilnya nanti sama-sama memberikan kontribusi ke Kas Negara dan menjadi bukan keuntungan pribadi ataupun perusahaan yang dimaksud," ujarnya. (T.KR-DF/F003)