Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Prof Dr HM Nurdin Abdullah, M.Agr dilantik dan dikukuhkan menjadi Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Cabang Bantaeng.

Pelantikan dan pengukuhan yang dilangsungkan di Balai Kartini Bantaeng, Sabtu, dilakukan Ketua Wilayah FKSN Sulsel Andi Kumala Ijo Dg Sila, SH Karaeng Lembang Parang dan Sekjen FSKN Khaerul Zaman, SH, MH yang juga Sultan Dompu dari Mataram.

Pelantikan dan pengukuhan Ketua FSKN Cabang Bantaeng itu disaksikan Dato Baso Iskandar dari Selayar, AM Rusli Karaeng Alang bidang Diklat FSKN Sulsel, Karaeng Polong Bangkeng dari Takalar, A Karim dari Kedatuan Barru, pemangku adat A Arifin Karaeng Kulle.

Selain itu, hadir pula dari lembaga adat Gowa Bate Salapang masing-masing Gallarrang Mangngasa, Gallarrang Tombolo, Karaeng Manuju, Karaeng Jipang serta sejumlah pemangku adat lainnya.

Sedang dari unsur pemerintahan hadir Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Sekda HM Yasin, para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), forum pimpinan daerah, Wakil Ketua DPRD Darwis dan sejumlah wakil rakyat daerah ini.

Sekjen FSKN Khaerul Zaman berharap, pelantikan Prof Nurdin Abdullah menjadi Ketua FSKN Bantaeng dapat menggali dan melestarikan budaya keraton Nusantara.

Ia juga menjanjikan akan mendatangkan Raja-raja dan Sultan se nusantara ke daerah ini pada pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) organisasi ini yang akan diselenggarakan di Makassar beberapa bulan mendatang.

Keinginan para raja se nusantara melihat Bantaeng tersebut karena pembangunannya yang dipimpin Nurdin Abdullah sangat spektakuler. "Kami kagum karena baru saja membangun, Bantaeng ternyata sudah mengalami lonjakan. Itu karena kepemimpinan yang merakyat," ujarnya.

"Saya mendapat penjelasan, fasilitas yang disiapkan bupati bisa dinikmati untuk masyarakat umum. Ini luar biasa sebab di tempat lain, yang bisa masuk pendopo itu hanya orang-orang tertentu," jelas Sultan Dompu.

Ia kemudian menyebut Prof Nurdin Abdullah sebagai pemimpin yang amanah. Karena itulah, ia berharap kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama agar memberi dukungan penuh, terutama untuk pelestarian budaya di daerah ini.

Seiring dengan perkembangan, Sekjen FSKN itu juga akan merekomendasikan daerah ini menjadi pelaksana Festival Budaya Nusantara.

Ketua Wilayah FSKN Sulsel Andi Kumala Ijo Dg Sila Karaeng Lembang Parang menilai pelantikan ini sebagai momen bersejarah bagi daerah berjuluk Butta Toa (tanah tua) sebab inilah kebesaran masa lalu Kerajaan Bantaeng.

Dengan pelantikan ini, ia berharap ormas satu-satunya di bidang kebudayaan nasional ini dapat membangun peradaban dan menjaga kelestariannya. Ini penting, sebab pergeseran nilai di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda kian terasa.

Nilai adat kian luntur, termasuk sikap sipakatau, sikapaccei dan sipakalabbiri semakin terkikis. Karena itulah sebagai pewaris kerajaan nusantara mengusulkan bangsa besar dan memiliki budaya tinggi ini harus dapat meletakkan nilai yang sebenarnya.

Banyak peristiwa terjadi di negeri ini, itu karena ketidaktahuan sejarah karena para Sultan dan Raja ketika itu menyerahkan sepenuhnya kepada Soekarno demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menilai, pelantikan Prof Nurdin Abdullah ini ibarat mutiara yang hilang dan kini telah ditemukan. "Kalau selama ini saya hanya melintas, kini saya sudah melihat dan rasakan langsung, ternyata Bantaeng sangat luar biasa," ujarnya.

Karaeng Lembang Parang itu berharap, kepemimpinan Nurdin Abdullah dapat mengoptimalkan seluruh potensi agar daerah berjuluk Butta Toa ini menjadi harapan masa depan.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengatakan, pelantikan ini merupakan kehormatan dan amanah yang harus diemban. Meski amanah ini berat sebagai tugas baru, namun masyarakat Bantaeng patut berbangga karena para petinggi adat nusantara berada di Butta Toa.

Ia berharap, kehadiran FSKN di Bantaeng dapat dimaknai sebagai momen untuk menjawab tantangan, sekaligus mewujudkan pelaksanaan Otonomi Daerah yang sebenarnya yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Dengan demikian, jelasnya lagi, daerah memberi kontribusi yang berarti terhadap NKRI, sekaligus menjunjung tinggi dan menjaga kebesaran kerajaan Bantaeng.

Menurut Bupati, setiap kemajuan menimbulkan harapan baru. Karena itu diperlukan kepekaan dan kerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan letak yang strategis, Bantaeng kini mengembangkan berbagai tempat yang dapat dinikmati masyarakat terutama di bidang pariwisata. Ditunjang udara segar, kawasan hortikultura yang dapat menjadi penyangga kebutuhan sayur masyarakat Makassar serta fasilitas wisata pantai.

Bantaeng diharapkan mampu memecah kebuntuan masyarakat Makassar yang ingin berakhir pekan dan penyegaran sebab dari segi jarak, daerah ini cukup terjangkau.

Pemda juga siap memberi kemudahan kepada dunia usaha yang ingin menanam modal. "Kami sudah memiliki sistem, siapapun yang menanam modal di Bantaeng, urusan administrasinya menjadi tanggungan Pemda," ujarnya.

Ia berharap, daerah yang pernah jaya pada zamannya ini dapat dikembalikan dan menjadikan potensi tersebut sebagai kekuatan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat sehingga daerah ini menjadi daerah yang maju di bagian selatan Sulsel, ucapnya.(T.KR-DF/F003)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar