"APBD cepat ditetapkan dan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) telah ditandatangani masing-masing SKPD, sehingga seharusnya APBD bisa terealisasi 20 persen di triwulan pertama dan 50 persen pada triwulan kedua", kata Ketua DPRD Sulsel Moh Roem di Makassar, Sabtu.
Sementara, koordinator badan anggaran DPRD Sulsel Burhanuddin Baharuddin meminta kepada seluruh SKPD untuk segera menyelesaikan proses lelang proyek yang akan ditenderkan.
Karena selama ini, program yang ditenderkan yang berkaitan dengan infrastruktur paling lambat merealisasikan APBD, disebabkan harus melewati proses pelelangan.
Dari Rp4,76 trilun APBD Sulsel terdiri atas belanja tidak langsung Rp3,37 triliun dan belanja langsung Rp1,38 triliun.
Belanja langsung terdiri atas, belanja pegawai Rp738 miliar, belanja hibah Rp1,22 triliun, belanja bantuan sosial Rp16 miliar, belanja bagi hasil kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan desa Rp787 miliar, belanja bantuan keuangan kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan desa Rp545 miliar, belanja tidak terduga Rp65 miliar.
Sedangkan, pendapatan APBD 2012 direncanakan Rp4,50 triliun terdiri atas, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp2,34 triliun, dana perimbangan Rp1,32 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah (dana penyesuaian dan otonomi khusus) untuk pendidikan Rp928 miliar.
Sedangkan, pendapatan ditetapkan Rp4,50 triliun atau naik 40 persen atau Rp1,49 triliun dibanding target pendapatan 2011 sebesar Rp3,10 triliun. (T.KR-MH/S016)

















