Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjamin tidak akan terjadi kebocoran beras impor asal Thailand yang dititipkan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kota Parepare.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Minggu, terkait masuknya 7.500 ton dari rencana 50 ribu ton beras Thailand yang akan dititipkan di gudang Bulog Parepare untuk kebutuhan beberapa daerah kawasan Timur Indonesia.

Ia mengatakan, secara nasional beras dibutuhkan dimana-mana dan telah menjadi komitmen pemerintah pusat dengan provinsi penyangga pangan nasional terutama Sulsel untuk mengutamakan penggunaan beras produksi dalam negeri.

"Beras kita justru akan menjadi yang paling pertama terserap Bulog dan itu komitmen. Itulah yang dikompensasi dengan menitipkan beras di sini untuk persediaan," katanya.

"Beras daerah akan memasok kebutuhan nasional dan beras impor menjadi cadangan persediaan jika terjadi kebutuhan mendesak di kawasan timur Indonesia, "tegasnya.

Sebagai kompensasi lainnya untuk menjaga agar tidak terjadi kebocoran beras impor, ia mengatakan, Bulog harus di bawah kendali gubernur.

"Mau cari amannya, kalau beras kita terserap seluruhnya oleh Bulog dan Bulog harus di bawah kendali gubernur dan itu kompensasinya. Kuncinya satu dipegang oleh dinas saya untuk menjamin barang itu tidak keluar. Itu sistem sementara," jelasnya.(T.KR-RY/S016)