Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meminta kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk menjaga proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota berlangsung damai.

Hal tersebut dikemukakan gubernur usai rapat kerja gubernur yang digelar bersama seluruh unsur musyawarah pimpinan daerah Provinsi Sulsel dan 24 kabupaten dan kota se-Sulsel sebagai salah satu kesepakatan memasuki momentum pilkada pada 2012 di tingkat kabupaten maupun provinsi di Makassar, Senin.

Disepakati bahwa seluruh proses pelaksanaan pilkada tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan, pembangunan, sosial dan keamanan.

"Pilgub harus jalan secara damai dan jangan ada yang keluar dari aturan agar pendekatan-pendekatan pemerintahan tetap terakselerasi dengan baik. Pendidikan, kesehatan, agama bisa berjalan maksimal," katanya.

Disepakati pula bahwa hal-hal yang dapat menimbulkan distorsi harus ditindak secara hukum dan tidak dibiarkan.

"Bentuk-bentuk anarkisme tidak boleh dibiarkan, apalagi bentuk-bentuk provokasi yang kemungkinan bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu untuk memperhadap-hadapkan dalam momentum yang sangat sensitif terutama masalah terkait SARA," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Jayadi Nas mengatakan, terdapat dua kabupaten yang penyelenggaraan pilkada-nya persis bersamaan dengan pemilihan gubernur yaitu Kabupaten Bone dan Kota Palopo.

Kemudian tiga kabupaten lainnya bersinggungan pada tahapan akhir dan tahapan awal pemilihan gubernur. Kabupaten Takalar bertemu dengan tahapan awal pemilihan gubernur, kemudian tahapan akhir pemilihan gubernur bersinggungan dengan tahap awal pilkada Kabupaten Bantaeng dan Sinjai.

Usai rapat, gubernur juga mengharapkan keselarasan dari seluruh pemerintah kabupaten dan kota, khususnya dalam target penyerapan APBD 2012 sebesar 20 hingga 30 persen pada triwulan I dan II.(T.KR-RY/S016)