Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, mengeluhkan jaringan Telkomsel yang sering terganggu saat melakukan hubungan komunikasi serta penggunaan layanan media interner.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sulitnya melakukan komunikasi melalui layanan telpon genggam. Terkadang saat kita menelpon tiba-tiba langsung terputus, "kata Wakil Gubernur Sulbar, Aladin S Mengga, dalam acara sharing Sosial Telkom di Mamuju, Selasa.

Menurut Wakil Gubernur, aparatur pemerintahan lingkup pemprov Sulbar sangat terbatas dalam mengakses informasi melalui IT dan termasuk lemahnya signal jaringan sehingga komunikasi menjadi terganggu.

"Memasuki era sekarang ini maka semua aparartur harus mampu menguasai IT. Namun begitu, kendalanya karena sistem koneksi jaringan masih sangat terbatas,"kata dia.

Karena itu kata Aladin, dengan dilaksanakannya pertemuan dengan jajaran Telkomsel ini diharapkan komunikasi pun semakin terjalin dengan baik antara pemprov Sulbar dan Telkomsel di daerah ini.

"Kami sangat mengharapkan ada dukungan dari Telkomsel untuk melakukan pembenahan agar kelak jaringan Telkomsel itu tidak menjadi sebuah masalah yang kami hadapi,"terangnya.

Penggunaan IT oleh pejabat kata dia, juga akan bisa memaksimalkan penggunaan anggaran serta memudahkan pekerjaan rutin bagi aparartur pemerintah.

"Semua SKPD dituntut menguasai IT. Ini harus menjadi perhatian kita bersama agar tak ada lagi pejabat yang gagap dengan teknologi,"terangnya.

Sementara itu, General Manager Divisi Enterprise Service Regional VII, Viktor RA Hutapea, berjanji siap menjalin kerja sama dengan pemprov Sulbar dalam rangka mendukung optimalisasi penggunaan layanan internet di daerah ini.

"Kami siap membantu untuk menjawab atas segala tantangan yang menghambat tugas-tugas pemerintahan di Sulbar,"katanya.

Setelah kembali ke Makassar kata dia, akan melakukan perbaikan jaringan agar akses informasi dengan memanfaatkan jaringan Telkomsel semakin optimal. (T.KR-ACO/S016)