Makassar (ANTARA News) - Kandidat calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) 2013, pejabat kini (incumbent) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan keterbukaannya terhadap kandidat calon wakil gubernur.
"Saya berharap bisa terjaring dari survei di partai Golkar karena saya sama siapa saja oke," ujarnya di Makassar, Kamis.
Ia menilai, sejumlah nama yang disebut-sebut akan menjadi pasangannya untuk kembali mencalonkan diri pada pemilihan Gubernur Sulsel 2013, adalah figur-figur yang baik dan memiliki prestasi. Termasuk Bupati Sinjai Rudiyanto Asapa yang dinilainya sebagai sosok pro rakyat dan berprestasi.
Penilaian yang sama juga ia tujukan pada kandidat calon Gubernur Sulsel Partai Demokrat Ilham Arief Sirajuddin yang kini menjabat sebagai Wali Kota Makassar. "Sama juga Pak Ilham. Saya tidak pernah negatif," ujarnya.
Mengikuti etika pemerintah dan sesuai dengan janjinya, ia baru akan melakukan kegiatan-kegiatan politik menyangkut pemilihan gubernur pada sembilan bulan sebelum masa pemilihan.
"Saya menyatakan sikap untuk maju pada 16 Maret 2012. Harus diingat itu belum akselerasi politik. Itu baru menyusun struktur setelah mendaftar baru berjalan," jelasnya.
Terkait kata-kata "Don't Stop Komandan" yang sejak awal 2012, melekat sebagai jargon-nya untuk maju pada pemilihan gubernur 2013, ia menjelaskan, kata-kata itu sebagai ucapan kesehariannya.
"Don't stop itu karena memang saya sering sebut saja. Jangan berhenti, lari. Jalan pun tidak boleh dan itu jadi "tagline".
Komandan itu sebutan hari-hari, dimana-mana dan saya biasa begitu. Don't stop itu sama dengan Semangat Baru (jargon dari Ilham Arief Sirajuddin)," jelasnya.
Ia meyakini kondisi Sulsel akan tenang memasuki momentum sejumlah pemilihan kepala daerah, baik tingkat kabupaten dan kota maupun provinsi di Sulsel pada 2012. Ia berharap, semua pihak ikut menjaga suasana tetap kondusif dan Sulsel menjadi contoh penyelenggaraan pemilihan kepala daerah yang baik.
Sebelumnya, usai rapat kerja gubernur yang digelar bersama seluruh unsur musyawarah pimpinan daerah Provinsi Sulsel dan 24 pemerintah kabupaten dan kota se-Sulsel, salah satu hal yang disepakati adalah seluruh proses pelaksanaan pilkada tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan, pembangunan, sosial dan keamanan.
"Pilgub harus jalan secara damai dan jangan ada yang keluar dari aturan agar pendekatan-pendekatan pemerintahan tetap terakselerasi dengan baik. Pendidikan, kesehatan, agama bisa berjalan maksimal," katanya.
Disepakati pula bahwa hal-hal yang dapat menimbulkan distorsi harus ditindak secara hukum dan tidak dibiarkan. "Bentuk-bentuk anarkisme tidak boleh dibiarkan, apalagi bentuk-bentuk provokasi yang kemungkinan bisa dilakukan oleh orang tertentu untuk memperhadap-hadapkan dalam momentum yang sangat sensitif terutama masalah terkait SARA," jelasnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Jayadi Nas mengatakan, terdapat dua kabupaten yang penyelenggaraan pemilihan kepala daerah-nya persis bersamaan dengan pemilihan gubernur yaitu Kabupaten Bone dan Kota Palopo.
Kemudian tiga kabupaten lainnya bersinggungan pada tahapan akhir dan tahapan awal pemilihan gubernur. Kabupaten Takalar bertemu dengan tahapan awal pemilihan gubernur, kemudian tahapan akhir pemilihan gubernur bersinggungan dengan tahap awal pilkada Kabupaten Bantaeng dan Sinjai.(T.KR-RY/S016)
SYL Nyatakan Keterbukaannya Soal Kandidat Cawagub
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Azis Harapkan Pilgub Sulsel tidak Curang
- Pengamat : Pemanfaatan Beasiswa Pemprov Sulsel Belum Optimal
- PKS Sulsel Belum Pastikan Dukung SYL
- Agenda Pilgub Diharap tidak Ganggu Persiapan PON
- KIP : Gubernur Sulsel harus Serius Bentuk PPID
- Pengembalian Formulir SYL Mengganggu Arus Lalulintas
- Program Pertanian Sulsel Dinilai Gagal
- Demokrat Makassar Target 60 Persen Suara Pilgub

















