Kupang (ANTARA News) - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya mengajak umat Hindu di daerah itu mendukung upaya pemerintah membentuk kelembagaan ekonomi rakyat yang kuat.
Jika kelembagaan ekonomi rakyat kuat, maka secara otomatis rakyat akan memiliki posisi tawar yang kuat, bahkan bisa bersaing dengan kaum kapitalis, kata Gubernur Lebu Raya ketika mengunjungi Koperasi Dewi Gangga yang dikelola para pengurus Parisada Hindu Dharma Provinsi NTT, di Kupang, Jumat.
"Saya punya komitmen yang kuat untuk perhatikan kaum kecil dengan membentuk kelembagaan ekonomi rakyat yang kuat, sehingga rakyat di daerah ini memiliki posisi tawar yang kuat dan bisa menang dengan kaum kapitalis," kata Lebu Raya.
Kunjungan ke Koperasi Dewi Gangga itu dilakukan Gubernur NTT usai menghadiri refleksi Hari raya Galingan, sekaligus meninjau proses pemugaran Pura Oebananta yang secara fisik baru terlaksana 30 persen.
Gubernur mengatakan, mengangkat harkat dan martabat kaum kecil, terutama yang hidup di desa-desa, jauh dari pusat keramaian untuk bisa merasakan kehidupan yang lebih baik adalah tugas bersama seluruh elemen masyarakat bangsa ini.
"Tugas kita bersama adalah mari kita mengangkat martabat kaum kecil supaya mereka bisa hidup lebih baik, karena kita menganut ideologi Pancasila yang berpihak pada rakyat kecil," kata Gubernur Lebu Raya.
Gubernur juga menyampaikan terima kasih atas dukungan umat Hindu yang ada di Provinsi NTT, khususnya di Kota Kupang dan sekitarnya, terhadap berbagai program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT.
"Selama ini kami terus mendapat dukungan dari Umat Hindu. Mari kita terus bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun daerah ini, agar masyarakat kita bisa hidup lebih baik," katanya.
"Dalam kehidupan ini, manusia selalu dihadapkan pada dua sisi yakni kebaikan dan keburukan, terang dan gelap, kebajikan dan kebatilan dan lain sebagainya, tetapi saya meyakini kebaikan atau dharma akan mengalahkan yang jahat atau batil," katanya.
Ketua Parisisada Hindu Dharma Provinsi NTT, Pinandita Drs. I Gusti Made Putra Kusuma mengatakan, hakekat Galungan adalah terbebasnya umat Hindu dari berbagai hal yang negatif sehingga umat Hindu dapat mencapai dewa cahaya.
"Cahaya mempunyai peran atau energi yang kuat untuk kehidupan umat manusia. Karena itu, makna Galungan mensyaratkan agar umat Hindu punya kewajiban untuk bekerja dan mendukung berbagai program yang dilaksanakan oleh pemerintah," katanya. (T.B017/Y008)
Gubernur NTT : Perkuat Kelembagaan Ekonomi Rakyat
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Investasi Picu Pertumbuhan Ekonomi di Daerah
- Gubernur NTT Pantau Perbatasan Timor Leste
- Penduduk Miskin NTT Turun Jadi 20,48 Persen
- Gubernur NTT : Jangan hanya Tonjolkan Kemiskinan
- Gubernur : NTT Pantas Dijuluki "Nusa Tenang Tenteram"
- Gubernur NTT : Frans Seda Penegak NKRI
- Gubernur NTT : PKM "Demam" tidak Otomatis PNS
- Gubernur NTT Senang Komodo Jadi Polemik

















