Bulukumba (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meresmikan pabrik penggilingan padi terpadu pertama di Kelurahan Mario Rennu Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba, Sabtu.

Pabrik Penggilingan Padi Terpadu atau Rice Processing Complex (RPC) yang dibangun oleh PT Zanur Prima Jaya (PT. Zanur Group) tersebut diresmikan usai peringatan hari jadi Kabupaten Bulukumba ke-52 tahun.

Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas 12,5 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp30 miliar dan terletak sekitar 11 kilometer dari pusat kota Kabupaten Bulukumba.

Ratusan masyarakat petani, tokoh masyarakat dan tokoh adat di salah satu daerah penghasil utama beras di Bulukumba itu ikut menyaksikan proses pembuatan dan penggilingan padi perdana pabrik.

"Ini merupakan ikon bagi masyarakat Bulukumba untuk menjadikan daerahnya sebagai industri terbesar pencetak padi dengan kualitas terbaik," katanya.

Hal ini, lanjutnya, akan memberikan dampak yang sangat luar biasa pada upaya mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi rakyat.

Ia meminta, agar investor memprioritaskan sumber daya manusia lokal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya.

Pembangunan pabrik penggilingan padi ini, rencananya akan dilanjutkan di seluruh kabupaten dan kota lainnya Sulsel.

Dengan ketersediaan pabrik ini, kualitas produksi beras petani dapat dipertahankan hingga enam bulan bahkan satu tahun. Dengan demikian, para petani dapat menikmati hasilnya dan stabilitas harga pun tetap terjamin.

Bupati Bulukumba Zainudin Hasan mengatakan, produksi beras Bulukumba saat ini mencapai 100 hingga 350 ton per hari. "Dulunya kita sering mencetak padi di kabupaten Pangkep, Maros dan Bone. Dengan adanya pabrik, kini masyarakat tak perlu jauh-jauh lagi," jelasnya. (T.KR-RY/M019)