Mamuju (ANTARA News) - Mantan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Barat, A Ruchul Thahir, mengatakan bahwa daerah Kabupaten Mamuju sangat berpotensi terjadinya konflik antar umat beragama sehingga perlu ada perhatian khusus dari pemerintah setempat.

"Potensi konflik umat beragama di Mamuju terbuka menganga. Jika Pemkab Mamuju kurang aktif melakukan pembinaan secara optimal maka bukan mustahil konflik seperti kejadian di Kabupaten Poso, Sulteng , beberapa tahun silam juga menular ke Mamuju," kata A Ruchul Thahir di Mamuju, Minggu.

Menurutnya, daerah Mamuju sebagai ibukota provinsi dihuni multi etnis agama dan multi etnis suku.

"Semua jenis agama yang diakui pemerintah serta suku ada di Mamuju sehingga daerah ini disebut sebagai Indonesia mini. Makanya, dengan keberagaman ummat beragama yang ada di Mamuju perlu ada intervensi untuk melakukan pembinaan guna menjaga kerukunan beragama yang telah terjalin baik selama ini,"terangnya.

Ia mengatakan, trans Sulawesi yang menghubungkan Sulteng dan Sulsel ini tentu menjadi jalur alternatif bagi pelaku provokasi pemecah kerukunan ummat beragama di Mamuju.

"Setiap malamnya ada ribuan kendaraan yang masuk dan keluar dari Mamuju. Siapa yang tahu dari ribuan kendaraan itu terdapat satu kendaraan yang membawa misi memecahkan kerukunan ummat beragama di daerah ini,"jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Mamuju Suhardi Duka, mengatakan bahwa kebersamaan antara pemeluk beragama di daerah ini sudah tercipta dengan baik, damai dan rukun pula, meskipun di Mamuju masyarakatnya majemuk terdiri dari berbagai etnis dan agama.

"Seluruh agama di Indonesia terdapat di Mamuju, begitu juga suku semua suku di Indonesia terdapat di Mamuju, sehingga masyarakatnya majemuk, namun demikian selalu tercipta kerukunan umat beragama di daerah ini dalam kondisi yang harmonis,"katanya.

Sehingga menurut dia, pemerintah optimis kerukunan umat beragama di Mamuju selalu tercipta dengan baik, karena dalam sejarah Mamuju juga tidak pernah terjadi konflik dan gesekan dimasyarakatnya tetapi kerukunan beragama tercipta dengan baik.

"Mamuju tidak seperti daerah lain yang masyarakatnya sering mengalami gesekan dan berkonflik, itu semua karena kebersamaan yang dijalin antara umat beragama dengan menghilangkan semua perbedaan yang dapat membuat terjadinya konflik," katanya.

Oleh karena itu ia mengatakan, masyarakat Mamuju yang sudah lama menjaga perdamaian tidak ingin daerahnya diusik provokator yang mencoba mengacaukan daerahnya dengan membuat konflik atau mengadu domba masyarakatnya.

"Kalau ada provokator yang mencoba mengacaukan daerah ini maka 'rame-rame' masyarakat Mamuju akan melawan karena masyarakat daerah ini tidak ingin berkonflik,"pungkasnya. (T.KR-ACO//Y006)