Makassar (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyerahkan 32 paket bantuan senilai Rp144,7 miliar kepada para nelayan di Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung pengembangan industri kelautan dan perikanan.

"Penyerahan bantuan yang langsung dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo itu sebagai bentuk wujud nyata KKP dalam mendukung Sulsel sebagai lumbung ikan nasional dan upaya untuk mengoptimalkan industri perikanan," ujar Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Minggu.

Sebanyak 32 jenis bantuan itu meliputi, bantuan excavator (beco) untuk kabupaten/kota sebanyak 15 unit dengan nilai 19,6 miliar, bantuan Keramba Jaring Apung sebanyak 43 unit senilai Rp11,3 miliar.

Penyerahan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) budidaya sebanyak 142 paket dengan nilai Rp14,2 miliar, penyerahan paket inroduksi dan pendampingan penerapan Iptek usaha budidaya udang berkelanjutan sebanyak dua kelompok senilai Rp850 juta.

Penyerahan paket bantuan peralatan rumah kemasan skala besar sebanyak satu paket senilai Rp1,9 miliar serta paket bantuan Pembangunan Pelabuhan Perikanan Untia Makassar sebanyak satu paket senilai Rp15 miliar.

"Total bantuan yang diserahkan bapak menteri itu sekitar Rp144 miliar lebih dan meliputi 32 item bantuan. Penyerahan paket bantuan sarana infrastruktur ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan industri kelautan dan perikanan di Sulsel," katanya.

Syahrul menyebutkan, khusus untuk Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia, pembangunan sejumlah fasilitas pendukungnya untuk pelelangan ikan ini membutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar lebih.

Sejumlah fasilitas yang akan dibangun dalam kawasan pelabuhan ini antara lain, tempat pelelangan ikan, instalasi air bersih, "cold storage", Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tempat pembuangan sampah, pemadam kebakaran, SPBU, bengkel kapal, balai pertemuan nelayan, laboratorium, pabrik es, "dock yard" dan "ice storage".

Pembangunan pelabuhan yang direncanakan sebagai pelabuhan berskala nasional siap ekspor dengan kapasitas pelayanan bongkar muat hingga 200 kapal ikan bermuatan 150 ton per hari ini membutuhkan total anggaran sebesar Rp360 miliar.

Sejak dicanangkan pembangunannya pada 2005, pelabuhan ini diproyeksi menghasilkan pemasukan sebesar Rp30 hingga Rp100 miliar per tahun lengkap dengan industri pengolahan dan tempat pelelangan ikan seluas 38 hektare dan kawasan industri seluas 48 hektare. (T.KR-MH/Z002)