Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah mengingatkan para pendidik di wilayah kerjanya untuk tidak mencampurbaurkan pendidikan dengan politik.
Para pendidik harus bisa bekerja profesional dengan mengedepankan kualitas pendidikan anak didiknya. Karena itu, harus dilakukan perencanaan yang matang, terutama terhadap Kepala Sekolah yang akan pensiun sehingga bisa dipersiapkan penggantinya.
"Jangan seenaknya melakukan mutasi hanya karena ada interes pribadi yang ditandai dengan nota dinas. Kasihan, bila sudah ada perencanaannya kemudian dilakukan mutasi dengan berbekal nota dinas," kata Bupati Nurdin Abdullah ketika menerima pengurus PGRI Bantaeng, Minggu.
Para pengurus PGRI tersebut dipimpin Ketuanya Hj Andi Sinasari, S.pd, Sekretaris PGRI Syafruddin bersama seluruh pengurus inti lainnya.
Bupati mengingatkan, kepada guru yang ingin mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi dalam bentuk tugas belajar agar dilakukan perencanaan dan koordinasi sehingga bisa terpantau dan diberi dana pendidikan.
"Jangan seenaknya, sudah kuliah baru mengajukan permohonan tugas belajar. Hal demikian, selain menyulitkan pemberian dana pendidikannya, juga bisa jadi hanya akal-akalan, tidak pernah kuliah tetapi punya ijazah," ucapnya.
Karena itu, ia berharap kepada PGRI dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar lebih serius menyikapi masalah kualitas pendidikan untuk mempersiapkan generasi ke depan. "Laporkan orang-orang yang ingin melakukan tugas belajar supaya bisa dibantu," ujar Bupati.
Menjawab pertanyaan mengenai keterlambatan pembayaran tunjangan profesi, Bupati mengaku heran. "Masalah keuangan kita kan tersehat. Bahkan, kadang dananya masih hangat dari bank sudah langsung dibayarkan. Karena itu, saya akan cek. Biasanya, bila terjadi kelambatan, itu karena ada data yang kurang," urainya.
Mengenai masih adanya sekolah yang diklaim kepemilikan tanahnya oleh warga, Bupati minta segera di cek kebenarannya. "Kalau memang punya warga, harus secepatnya diselesaikan," ujarnya seraya mengemukakan pentingnya memberi perhatian serius terhadap guru dan Kepala Sekolah pada kelas jauh.
Agar pengajar di kelas jauh tersebut tetap bergairah, PGRI dan Diknas harusnya bisa memberi insentif. "Jangan sampai yang mengajar bujang sekolah karena guru dan kepala sekolahnya sudah tidak pernah datang," ucapnya.
Menyinggung mengenai siswa yang berdomisili jauh dari sekolah, Bupati berjanji menyiapkan fasilitas bis sekolah.
"Tahun ini akan ada tiga unit bis sekolah yang masing-masing diberi gambar sesuai area pelayanannya. Untuk jurusan Ulu Ere bergambar strawberry dan apel, sedang untuk Tompo Bulu gambar kopi dan jurusan Campakaloe bergambar jeruk," urainya.
Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab mengingatkan pentingnya disiplin serta pengawasan. "Jangan biarkan anak-anak diajar oleh orang yang tidak berkualitas karena anak-anak di desa juga butuh pendidikan yang baik untuk mencerdaskan anak bangsa," ujarnya. (T.KR-DF/F003)
Jangan Campurbaurkan Pendidikan dengan Politik
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Pemda Deposito Rp5 Miliar untuk Bantu Pengusaha Kecil
- Kemenkop Siapkan Bantuan untuk Koperasi Bantaeng
- Bantaeng Siapkan Puluhan Produk untuk Kabupaten Expo
- Pameran Pendidikan Kembali Digelar di Bantaeng
- BPPT : Bantaeng Dapat Jadi Contoh Inovasi Terbuka
- Pemda Bantaeng Siapkan Pusat Informasi Wisata
- Jepang Siap Bantu Kebutuhan Bantaeng
- Bantaeng Jemput Mobil Sampah Bantuan Jepang

















