Makassar (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjanjikan akan mengupayakan anggaran tambahan sebesar Rp100 miliar untuk kelanjutan pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia di Kota Makassar.
"Untia akan diusahakan. Komitmen Pak Menteri akan menambah anggaran Rp100 miliar untuk menyelesaikan. Kita berharap dengan Rp100 miliar itu standar sebuah pelabuhan ikan sudah lebih dari layak," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin.
Menurutnya, kelanjutan pembangunan PPN Untia pada tahun ini dalam APBN Pokok dianggarkan sebesar Rp19 miliar. Sementara anggaran tambahan Rp100 miliar yang dijanjikan tersebut diharapkan dapat diupayakan oleh kementerian dan dapat diperoleh pada tahun ini juga.
Setelah standar pelabuhan perikananan rampung, agenda selanjutnya adalah pembangunan sejumlah fasilitas pendukungnya seperti pabrik es, "cold storage" dan pergudangan.
"Pelabuhan Untia adalah salah satu program yang masuk MP3EI (Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) kita sangat serius melakukannya," katanya.
Sebelumnya, pada Sabtu (4/2) Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo melakukan kunjungan kerja ke PPN Untia dan mempertanyakan total anggaran pembangunan yang dibutuhkan dan berapa besar anggaran yang dibutuhkan agar kapal-kapal penangkap ikan dapat segera berlabuh.
Kepala Seksi Penangkapan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel Muhammad Yamin, menjelaskan, sedikitnya dibutuhkan anggaran sebesar Rp100 miliar membangun standar pelabuhan ikan di luar sejumlah fasilitas pendukung lainnya yang masuk dalam perencanaan pembangunan.
Menurutnya, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pembangunan baru dapat merampungkan "causeway" sepanjang 460 meter. Anggaran sebesar Rp15 miliar pada tahun ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan dermaga sepanjang 150 meter, "sheet file", penahan tanah dan reklamasi. Bagian lain yang belum dapat dibangun adalah "breakwater" dan kolam.
Sejumlah fasilitas pendukung yang akan dibangun dalam kawasan pelabuhan ini antara lain, tempat pelelangan ikan, instalasi air bersih, "cold storage", Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tempat pembuangan sampah, pemadam kebakaran, SPBU, bengkel kapal, balai pertemuan nelayan, laboratorium, pabrik es, "dock yard" dan "ice storage".
Total anggaran pembangunan pelabuhan yang direncanakan sebagai pelabuhan berskala nasional siap ekspor dengan kapasitas pelayanan bongkar muat hingga 200 kapal ikan bermuatan 150 ton per hari ini sebesar Rp360 miliar.
Sejak dicanangkan pembangunannya pada 2005, pelabuhan ini diproyeksi menghasilkan pemasukan sebesar Rp30 miliar-Rp100 miliar per tahun lengkap dengan industri pengolahan dan tempat pelelangan ikan seluas 38 hektare dan kawasan industri seluas 48 hektare. (T.KR-RY/R007)
KKP Janjikan Rp100 Miliar untuk PPN Untia
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Impor Karaginan Nasional Capai 1,3 Juta Ton
- Produksi Rumput Laut 2012 Ditargetkan 5,1 Juta Ton
- Pengamat : Pemanfaatan Beasiswa Pemprov Sulsel Belum Optimal
- PKS Sulsel Belum Pastikan Dukung SYL
- KIP : Gubernur Sulsel harus Serius Bentuk PPID
- Pengembalian Formulir SYL Mengganggu Arus Lalulintas
- Program Pertanian Sulsel Dinilai Gagal
- Sulsel Terancam Kehilangan Atlet Potensial

















