Makassar (ANTARA News) - Anggaran rintisan Biaya Operasional Sekolah (BOS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sebesar Rp23 miliar untuk 196.108 siswa akan disalurkan dalam dua tahap.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Umum Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Hamire, di Makassar, Senin menjelaskan, rencana dua tahap penyaluran akan dilakukan pada Minggu ketiga Februari 2012 dan tahap kedua pada Minggu ketiga Agustus 2012.
"Tetapi ini masih bisa berubah karena baru berupa rencana awal. Nanti setelah rapat kerja nasional di Palembang pada 18 Februari 2012 baru kita bergerak," katanya.
Secara umum, rintisan BOS bertujuan untuk mendukung wajib belajar 12 tahun diantaranya untuk mengurangi angka putus sekolah, meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) siswa sekolah menengah dan mewujudkan keberpihakan pemerintah terhadap bidang pendidikan menengah.
Total anggaran sebesar Rp23 miliar tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan 196.108 jumlah siswa dikalikan dengan biaya per siswa per tahun sebesar Rp120 ribu. Perkiraan anggaran juga sudah termasuk Unit Sekolah Baru (USB) di Kabupaten Takalar.
Rintisan BOS diperuntukkan bagi seluruh siswa menengah umum negeri dan swasta mulai kelas satu hingga kelas tiga. Sedangkan sekolah agama akan ditangani Kantor Wilayah Agama.
Anggaran rintisan BOS akan dimanfaatkan untuk pengadaan buku tes pelajaran dan buku pelajaran penunjang sekolah, diantaranya buku perpustakaan, buku sumber dan buku pengayaan yang dinilai masih kurang.
"Untuk buku pelajaran pokok di Sulsel tidak perlu diperuntukkan untuk SMA dan SMK karena sudah cukup dalam dua tahun anggaran yang jumlahnya sekitar Rp28 miliar," jelasnya. (T.KR-RY/N005)
Anggaran Rintisan BOS Sulsel Disalurkan Dua Tahap
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- 466.699 Siswa Sulsel Tunggu Pengumuman UN
- Kejaksaan Isyaratkan Tersangka Korupsi BOMM akan Bertambah
- 289 Sekolah Swasta Binaan Kemenag Terima BOS
- Kemenag Sulbar Salurkan Dana BOS Rp7,9 Miliar
- Dua Nomor Soal UN SMP tidak Terbaca
- 33.319 Siswa SMA Ikut UN di Sulsel
- Naskah Soal UN Sulsel Rampung Didistribusikan
- Soal UN Terkunci Rapat di Kantor Polisi

















