Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh membantah isu yang berkembang di masyarakat bahwa PLTA Karama di Kabupaten Mamuju, mulai dibangun.
"Tidak benar itu. PLTA Karama belum akan dibangun, jangan percaya isu yang belum jelas karena itu dapat menyesatkan," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Senin.
Ia mengatakan, PLTA Karama yang akan dibangun atas kerja sama antara investor China dan pemerintah di di Sulbar, sementara ini masih dilakukan kajian kerja sama melalui pemerintah di Sulbar dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan proyek belum tentu akan mulai dilaksanakan pekerjaannya.
"Tower yang dibangun di lokasi pembangunan PLTA Karama itu, hanya untuk mengukur debit air sungai Karama, apakah sungai Karama mampu dijadikan sumber pembangkit listrik PLTA Karama ketika dibangun atau tidak," katanya.
Menurut dia, tower yang dibangun tersebut bukan berarti bahwa PLTA Karama sudah mulai dilaksanakan pembangunannya, seperti anggapan masyarakat.
Jadi, kata dia, PLTA Karama belum dilaksanakan pembangunannya, apalagi Unhas sebagai pengkaji kelayakan apakah PLTA Karama bisa dibangun atau tidak, juga belum bekerja.
Ia mengatakan, dalam membangun PLTA Karama pemerintah tidak akan memaksakan kehendak, karena semua tergantung hasil survey yang dilakukan Unhas apakah layak PLTA Karama dibangun atau tidak.
"Kalau survei menyatakan PLTA Karama harus dibangun karena tidak akan ada dampak ekonomi sosial dan budaya, maka proyek itu akan dilaksanakan sebaliknya kalau berdampak maka akan dihentikan," katanya.
Karena itu, ia berharap agar masyarakat tidak terburu-buru menilai proyek itu akan segera dibangun sehingga melakukan gelombang aksi penolakan, karena prosesnya masih panjang.
"Tidak akan ada masyarakat yang dirugikan dari proyek ini, pemerintah tidak akan mau melihat masyarakat sengsara karena proyek tersebut, kalau ternyata proyek itu harus dibatalkan karena keinginan masyarakat maka pemerintah akan mengikuti keinginan masyarakat," katanya.
Proyek PLTA Karama yang dibangun atas kerja sama dengan investor China direncanakan akan berkekuatan 300 megawatt dan dana investasi yang disiapkan mencapai Rp13 triliun. (T.KR-MFH/S023)
Gubernur Bantah PLTA Karama Mulai Dibangun
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Gubernur Sulbar Pantau Sengketa Pulau Lerek-Lerekang
- PLN : Infrastruktur Jalan Buruk Hambat Listrik masuk Desa
- PLN Mamuju : Ketaatan Membayar Listrik Makin Baik
- Dana Pembangunan UPTD Distanak Sulbar Rp1,2 Miliar
- Petani Papalang Tagih Janji Gubernur Sulbar
- Mamuju Anggarkan Rp2,1 Miliar Pengadaan Mesin Kapal
- Pemkab Diminta Jaga Keasrian Kali Mamuju
- Objek Wisata Mamuju Dipadati Wisatawan Lokal

















