Mamuju (ANTARA News) - Jajaran Sub Divre Badan Urusan Logistik atau Bulog, bersama pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ikut melakukan pemantauan harga beras yang dijual oleh pedagang pasar tradisional di wilayah itu.
Kepala Sub Divre Bulog Mamuju, Sabaruddin Amrullah, di Mamuju, Senin, mengatakan, pihaknya bersama pemkab Mamuju dari unsur Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) telah turun melihat kondisi harga yang dijual para pedagang.
Bukan hanya itu kata dia, pemantauan harga ini juga turut didampingi jajaran Badan Pusat Statistik dan unsur biro ekonomi pemkab Mamuju.
"Rombongan melakukan pemantauan harga beras pada dua tempat pasar tradisional yakni di pasar tradisonal terminal lama dan pasar tradisinal di terminal baru,"katanya.
Ia mengatakan, hasil pemantauan harga beras relatif stabil walaupun ada mengalami kenaikan.
"Kenaikan harga masih dianggap sangat tahap wajar karena kenaikannya tidak begitu signifikan atau dibawa angka 10 persen dari harga sebelumnya,"jelas Sabaruddin.
Kabulog Mamuju, mengatakan, harga beras naik signifikan hanya terjadi pada akhir Desember 2011 akibat terjadinya inflasi.
Tetapi saat ini kata dia harga beras masih normal seperti jenis beras madium sekarang ini sekitar Rp6.900/kilogram.
Namun begitu kata dia, keputusan Operasi Pasar (OP) ini baru akan dilakukan setelah ada keputusan final oleh pemerintah kabupaten.
"Jika ada keputusan dari pemkab untuk melakukan OP maka kami pasti bersedia melakukan kegiatan untuk menstabilkan harga,"katanya. (T.KR-ACO/Y006)
Bulog dan Pemkab Mamuju Pantau Harga Beras
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Bulog Mamuju Optimistis Penuhi Target Pengadaan Beras
- Bulog Kualitas Beras Hasil Panen di Mamuju Rendah
- Raskin Januari-Mei Mamuju Tersalurkan 100 Persen
- Bulog Mamuju Jamin Stok Raskin Aman
- Bulog Mamuju Realisasikan Pengadaan 140.000 Ton Beras
- Stok Beras Mamuju Mencukupi untuk Dua Bulan
- Realisasi Pengadaan Beras Bulog Mamuju Lampaui Target
- Penyaluran Raskin Mamuju-Matra Tuntas

















