Palu (ANTARA News) - Ekspor biji kakao Sulawesi Tengah dalam kurun waktu dua tahun terbanyak ke Malaysia, kata Kepala Seksi Ekspor dan Impor Dinas Perindagkop dan UMKM Abdul Muin.
"Malaysia masih merupakan negara tujuan utama ekspor komoditas perkebunan itu," katanya di Palu, Sabtu.
Ia mengatakan, pada 2010 dari realisasi ekspor biji kakao Sulteng sebanyak 111.772 ton, di antaranya 67.920 ton dikirim untuk memenuhi kebutuhan pabrik di negara tetangga Indonesia tersebut.
"Begitu pula pada 2011 dari volume ekspor kakao ke berbagai negara di kawasan Asia, Eropa dan Amerika, sebanyak 52.527 ton, tercatat 48.829 ton memenuhi permintaan pasar Malaysia," ujarnya.
Namun menurutnya perolehan devisa ekspor kakao Sulteng selama 2011 menurun cukup tajam dibandingkan sebelumnya. Selama 2010 realisasi perolehan devisa ekspor kakao mencapai 299.100 dolar AS, sementara 2011 hanya mencapai 151.010 juta dolar AS atau turun sekitar 49,51 persen.
Menurut dia, penurunan devisa pada 2011 lebih disebabkan volume ekspor biji kakao yang memang menurun.
"Penyebab utama penurunan volume dan devisa ekspor kakao karena produksi petani pada panen raya 2011 juga turun akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung," katanya.
Rata-rata panen petani turun karena banyak buah kakao yang gugur dan rusak, selain serangan penyakit dan hama.
Ia berharap pada 2012 ini ekspor kakao kembali meningkat. Selain Malaysia, negara tujuan ekspor kakao Sulteng adalah Singapura dan China. (T.BK03/E005)
Ekspor Kakao Sulteng Terbanyak ke Malaysia
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Sulsel Batal Berlaga di Kejuaraan Internasional
- Jenazah TKI dari Malaysia Dimakamkan di Bantaeng
- Makassar-Terengganu Kerja Sama Promosi Pariwisata
- Sulsel Rencana "Try Out' ke Malaysia
- Sulsel Batal Ikut Kejuaraan Akibat Ketiadaan Dana
- Sulsel Siap Meriahkan Kejuaraan Dunia di Malaysia
- Investor Malaysia Minati Pabrik Kakao di Gowa
- Sulsel Siapkan Tim Hadapi Kejuaraan Internasional

















