"Harus ada alasan kuat PAN untuk meninggalkan Pak Syahrul. Kemudian prestasi pemerintahan provinsi, hampir tidak bisa kita temukan kesalahan," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel, Ramli Haba di Makassar, Senin.
Menurut dia, dibutuhkan analogi yang kuat apabila PAN ingin meninggalkan Syahrul yang sukses mengantarkan Sulsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional yakni rata-rata delapan persen dalam tiga tahun terakhir, serta meraih 105 penghargaan nasional.
"Dewan Pimpinan Pusat menekankan kami harus berada dipihak yang akan menang. Jangan dipihak yang kalah," ucapnya.
Komposisi KPPW yang berangotakan tujuh orang, mayoritas diisi orang-orang PAN yang dekat dengan Syahrul seperti Dody Amiruddin (Ketua KPPW), Usman Lonta, Yusran Paris, Irfan AB, Ajeip Siradju, Ilham Burhanuddin, dan Halim Kamaruddin. (T.KR-MH/F003)

















