PAN tidak Punya Alasan Tinggalkan Syahrul
Makassar (ANTARA News) - Partai Amanat Nasional tidak punya alasan untuk tidak mencalonkan kembali Gubernur Syahrul Yasin Limpo pada pemilihan kepala daerah Sulawesi Selatan, Januari 2013.

"Harus ada alasan kuat PAN untuk meninggalkan Pak Syahrul. Kemudian prestasi pemerintahan provinsi, hampir tidak bisa kita temukan kesalahan," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel, Ramli Haba di Makassar, Senin.

Menurut dia, dibutuhkan analogi yang kuat apabila PAN ingin meninggalkan Syahrul yang sukses mengantarkan Sulsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional yakni rata-rata delapan persen dalam tiga tahun terakhir, serta meraih 105 penghargaan nasional.

Ia mengemukakan, hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PAN di Jakarta menekankan kepada DPW maupun Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk memilih calon yang akan menang. Beberapa lembaga survei terakhir menunjukkan popularitas dan elektabilitas Syahrul masih jauh diatas kandidat lainnya.  

"Dewan Pimpinan Pusat menekankan kami harus berada dipihak yang akan menang. Jangan dipihak yang kalah," ucapnya.  

PAN Sulsel lewat Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) membuka pendaftaran mulai 20 Februari 2012 bagi kandidat calon wakil gubernur dan calon wakil gubernur yang hendak mengendarai PAN.

Komposisi KPPW yang berangotakan tujuh orang, mayoritas diisi orang-orang PAN yang dekat dengan Syahrul seperti Dody Amiruddin (Ketua KPPW), Usman Lonta, Yusran Paris, Irfan AB, Ajeip Siradju, Ilham Burhanuddin, dan Halim Kamaruddin. (T.KR-MH/F003)