Mamuju (ANTARA News) - Perusahaan sawit PT Surya Raya Lestari II yang beroperasi di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, mengembangkan sawit dengan sistem Income Generating Activity (IGA) untuk 5.900 kepala keluarga.

"Sistem IGA di PT SRL II telah dikembangkan untuk 5.900 KK petani sawit Kabupaten Mamuju," kata Direktur Operasional Sulawesi PT Astra Agro Lestari, Bambang Dwi Cahyono saat menerima kunjungan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di areal perkebunan sawit PT Surya Raya Lestari (SRL) II di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, sistem IGA tersebut dikembangkan 5.900 KK petani yang tergabung dalam 310 kelompok tani pada 65 desa di Kecamatan Tobadak, Topoyo, Budong Budong Kabupaten Mamuju.

Menurut dia sistem IGA yang dikembangkan petani bekerjasama dengan perusahaan itu merupakan sistem yang tidak hanya menguntungkan perusahaan ketika membeli hasil sawit masyarakat.

Namun kata dia, perusahaan juga melaksanakan kewajibannya dengan membantu memantau dan mengawasi perkebunan sawit petani agar dapat beproduksi dengan baik, dengan memberikan bantuan pupuk dan obat-obatan.

"Tidak seperti pola perkebunan inti yang memang hanya menguntungkan perusahaan saja, pola pengembangan sistem IGA yang dikembangkan di areal perkebunan sawit PT SRL II juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Bambang mengatakan, dari pengembangan sistem IGA sekitar 1.500 KK petani yang ikut dalam program itu telah berhasil mengembalikan pinjaman yang mereka ambil dari perusahaan sawit untuk kebutuhannya seperti untuk pupuk dan obat-obatan.

Sehingga petani yang mengembangkan sistem itu tidak lagi ketergantungan kepada perusahaan sawit tetapi mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhannya mengembangkan sawit tanpa harus meminjam kepada perusahaa tetapi menikmati hasil sawitnya sendiri.

"Petani rata rata mampu mendapatkan keuntungan dari hasil sawitnya mencapai Rp2,3 juta per bulan dengan sistem IGA yang dikembangkan sejak tahun 2007," ujarnya. (T.KR-MFH/F003)