Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Komoditi baru bernilai ekonomi tinggi, buah naga, kini berhasil dikembangkan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya sukses mengembangkan apel dan strawberry serta talas.

Sebagai tanda keberhasilan pengembangan buah berwarna merah tersebut, Bupati Bantaeng Prof Dr HM Nurdin Abdullah bersama Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin melakukan panen buah naga di Nipa-Nipa, Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang, Bantaeng, Minggu.

Buah yang dipanen tersebut merupakan milik warga bernama Hj A Incana. Perempuan beranak empat orang itu mengembangkan buah naga di kawasan seluas 3,5 hektare.

Pada tahap awal, buah yang dipanen berjumlah lebih 100 pohon dengan rata-rata buah 10 buah/pohon.

Untuk pengembangan lebih lanjut, Hj A Incana berharap Pemda melalui Dinas Pertanian melakukan pembinaan kepada petani di sekitarnya sehingga lebih banyak masyarakat yang menanam buah naga.

Menurut dia, tanaman yang dipeliharanya dalam dua tahun terakhir ini sudah menghasilkan rupiah dengan harga Rp35 ribu/kg.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, bibit awal didatangkan dari kebun milik anaknya di Batam seluas 11 Hektare.

"Dari bibit yang tidak seberapa yang didatangkan dari Batam itulah, kami kembangkan dan kini sudah berjumlah lebih dari 100 pohon," urainya.

Selain mengembangkan buah naga, Incana juga mengembangkan tanaman sawo yang kini sudah berjumlah 70-an pohon.

Bupati Nurdin Abdullah menyambut baik inovasi yang dilakukan masyarakat dengan menanam buah naga.

"Inovasi seperti inilah yang diperlukan. Meski tanpa keterlibatan Pemda, masyarakat bisa mengembangkan tanamannya yang bernilai ekonomi tinggi seperti buah naga," ujarnya.

Bupati berharap, semakin banyak masyarakat tani yang tertarik menanam buah yang banyak mengandung berbagai vitamin ini sebab pasarnya sangat jelas dan harganya menggiurkan, ucapnya tanpa menyebut angka. 
(T.KR-DF/F003)