Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh memuji managemen anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk yakni PT Surya Raya Lestari (SRL) yang menyelenggarakan lomba kebun sawit plasma.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa perusahaan sangat memperhatikan masyarakat dan petani. "Plasma menjadi prioritas," lanjut Gubernur di Mamuju, Senin, seraya memuji kegiatan-kegiatan yang berdampak bagi masyarakat karena akan mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat.
Selain itu, sinergi antarsemua pihak di Sulbar, menjadi modal penting yang harus terus dikembangkan agar provinsi termuda ini dapat meninggalkan kesan-kesan negatif yang melekat. Kawasan terbelakang, tertinggal dan terisolasi.
"Mari kita bersinergi. Saya ingin menghapus kesan tentang ketertinggalan, keterbelakangan dan keterisolasian dari provinsi Sulbar. Itu mimpi saya," ujar Gubernur.
Dengan kerja sama perusahaan dan semua pihak di Sulbar, menurutnya, dalam lima tahun kepemimpinannya, provinsi ini sudah berhasil mengurangi angka kemiskinan sebesar delapan persen.
PT SRL selaku penyelenggara kegiatan memang menjadikan lomba kebun sawit plasma sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi provinsi.
Kegiatan yang melibatkan petani-petani sawit di sekitar perusahaan ini menjadi bagian dari rangkaian program-program tanggung jawab sosial perusahaan.
"Kami ingin memberikan motivasi kepada petani untuk menyiasati segala keterbatasan dengan kretivitasnya sendiri," kata Bambang DC, ketua panitia acara lomba.
Harapannya, menurut Bambang, dari kegiatan ini maka kualitas dan produktivitas kebun meningkat.
Proses penjurian berawal dari Oktober 2011 dan tiga kelompok petani sawit program plasma dinyatakan sebagai kelompok petani sawit yang meraih peringkat tertinggi.
Ketiga kelompok petani ini berhasil mengungguli 197 kelompok petani plasma yang berpatisipasi dalam lomba ini. Para pemenang meraih angka-angka tertinggi untuk penilaian kerapihan dan perawatan kebun, serta pengorganisasian kelompok tani. Poin-poin tersebut menjadi perhatian tim juri karena berperan pesar terhadap hasil kebun sawit.
Lomba digelar secara bertingkat. Pertama, seluruh peserta bertarung di wilayah PT masing-masing. Petani plasma yang kebunnya terawat, rapih, hasil produksinya bagus dan pengorganisasian kelompok taninya kompak akan terpilih sebagai pemenang.
Setelah bertarung di tingkat PT, tig kelompok petani yang meraih poin tertinggi dari masing-masing PT diseleksi kembali untuk menentukan kelompok petani sawit yang kebunnya masuk kategori paling baik.
"Kami sangat senang dengan lomba seperti ini," kata Ketut Sukamara, anggota kelompok tani Sumber Pangan yang dinobatkan sebagai juara umum. Dampak dan manfaat positifnya memang telah ia rasakan. Ia menjadi lebih paham cara merawat kebun sawit yang baik. (T.KR-DF/F003)
Gubernur Puji Lomba Kebun Sawit Plasma SRL
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Gubernur Sulbar Pantau Sengketa Pulau Lerek-Lerekang
- sulbar akan Pertahankan Lere-Lerekang
- Petani Papalang Tagih Janji Gubernur Sulbar
- Anggota DPRD Polman Tagih Janji Gubernur Sulbar
- Gubernur : Pola Pendanaan Gernas Ditangani Perbankan
- Gubernur Sulbar Berupaya Cari Solusi Terbaik Perkakaoan
- Gubernur Bantah Bibit Kakao Jember Tak Berkualitas
- Gubernur : 40 Persen Petani Kakao Sulbar Naik Haji

















