Makassar (ANTARA News) - Inspektorat Makassar akan melakukan penyelidikan terkait kosongnya perabot serta fasilitas di Rumah Jabatan DPRD Makassar, Sulawesi Selatan sepeninggal alm Ince Adnan Macmud beberapa bulan silam.

"Kita akan lakukan penyelidikan terkait sejumlah fasilitas di Rujab DPRD yang hilang. Sementara ini tim melakukan inventarisir beberapa aset. Pekan depan hasilnya akan diserahkan," kata Kepala Inspekrtorat Makassar H Hamsiar ketika dihubungi sedang berada di Jakarta, Senin.

Kendati sepeninggal alm Ince Adnan Machmud sebagai Ketua DPRD Makassar, Hamsiar menyatakan masih menunggu laporan dari tim yang tengah melakukan penyelidikan di lapangan terkait hilangnya sejumlah perabot, kursi dan fasilitas lainya.

"Kita akan tanyakan ke Sekertaris Dewan (Setwan) apakah itu benar dibawa pihak keluarga almarhum ataukah ada unsur lain, karena itu aset pemerintah," tambahnya

Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia Syamsuddin Alimsyah menyatakan, dalam aturan termuat regulasi ada dua fasilitas yang diberikan pejabat tinggi seperti Rujab dan Kendaraan Dinas (randis).

Ia menyatakan, semua fasilitas yang diberikan negara hanya digunakan hingga masa jabatan habis atau ada unsur lain misalnya di pecat dan meninggal dunia, namun semua fasilitas tersebut tidak dapat dimiliki secara pribadi apalagi dibawa pergi sebab itu melanggar karena tercatat sebagai aset pemeritah.

"Kalau pun ada milik pribadi itu sah-sah saja dibawa keluarga almarhum, tetapi kalau masih dalam aset, itu pelanggaran namanya," ucapnya.

Mengenai apakah perabot tersebut milik pribadi yang bersangkutan ataukah masih tercacat dalam aset, kata Syamsuddin mesti ada klarifikasi dari pemberi fasilitas tersebut seperti Setwan DPRD Makassar.

"Setahu saya semua fasilitas pejabat tinggi itu ditanggung negara sampai piring dan lain-lain, tetapi hal itu harus dibenarkan dengan adanya klarifikasi dari Setwan apakah dianggarkan atau tidak, itu yang terpenting," tambahnya.

Setwan DPRD Makassar, Nuraeni Makmur saat dikonfirmasi terkait dengan kekosongan fasilitas di Rujab, ia enggan menjawab dan menyatakan masih melakukan inventarisasi aset.

"Saya tidak bisa berkomentar dulu nantilah setelah dilakukan inventarisasi," jawabnya. (T.KR-DF/F003)