MAMUJU - PENANAMAN POHON EBONI. Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan (kiri), Menteri Perindustrian, Mohamad S Hidayat (tengah), Menteri Perdagangan Gita Wirjawan(kanan) saat melaksanakan penanaman pohon eboni di pelataran kantor gubernur Sulbar di Mamuju, Selasa (21/2). (FOTO ANTARA/ACO AHMAD)
"Tahun ini pemerintah pusat hanya akan bisa memberikan izin pengelolaan hutan basah di Sulbar untuk pengembangan industri rotan mencapai 12.000 hektare," kata Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Mamuju, Selasa.
Menhut didampingi Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan dan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat ke Mamuju dalam rangka mengembangkan industri rotan di Mamuju. Para menteri itu juga diterima Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh.
Menhut mengatakan, hutan di Sulbar masih terdapat sekitar 40 persen yang merupakan hutan lindung yang harus dilestarikan dan tidak perlu dikelola tetapi dilindungi sehingga hanya sekitar 12 ribu hektare saja yang bisa dikelola dan diproduksi untuk pengembangan rotan.
Ia mengatakan, di Indonesia hutan basah yang bisa produksi juga dibatasi bahkan jumlahnya diturunkan dibandingkan tahun lalu, dari sekitar 200 ribu hektare di tahun 2011 menjadi 143 ribu hektare di tahun 2012.
"Dari 143 ribu hektare hutan basah yang bisa di produksi di Indonesia sekitar 12 ribu hekatare di antaranya akan izinkan di produksi di Sulbar," katanya.
Menurut dia, pemerintah pusat sangat mendukung Sulbar menjadi daerah industri rotan karena potensi bahan baku rotan cukup menjanjikan di Sulbar. Kalau dikelola menjadi industri akan dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsa.
"Komoditi bahan baku rotan Sulbar harus dikembangkan karena negara juga telah melarang komoditi bahan baku diekspor keluar tetapi dimanfaatkan untuk industri dalam negeri," katanya.
Karena itu ia mengatakan, pengembangan rotan yang ada pada hutan basah di Provinsi Sulbar harus dimanfaatkan dengan baik untuk menjadi bahan baku. Pemerintah pusat juga akan mendukung pengembangan industri rotan di Sulbar.
"Pemerintah pusat sangat mendukung industri rotan dibangun di Sulbar dengan memindahkan industri rotan di Cirebon Jawa Barat yang sudah sangat sulit dikembangkan karena kurangnya bahan baku rotan di daerah itu," katanya. (T.KR-MFH/S023)

















