Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat mengaku kaget dengan adanya data yang dilansir Badan Pusat Statistik Sulbar yang menyatakan penduduk perkotaan di Sulbar mengalami peningkatan.

"Terus terang saya awalnya cukup kaget dengan data BPS yang menyatakan, penduduk miskin di perkotaan Sulbar, mengalami kenaikan selama tahun 2012 ini,"kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, justru yang paling mengagetkan lagi karena justru penduduk di desa yang kemiskinannya menurun dan umumnya masyarakat desa di Sulbar dinilai masyarakat sejahtera.

Namun kata dia, setelah dijelaskan bahwa penduduk miskin diperkotaan Sulbar mengalami kenaikan karena tingginya angka urbanisasi atau tingginya arus masuknya penduduk dari luar Provinsi Sulbar yang ingin mengadu nasib mencari pekerjaan maka dirinya dapat memahami.

"Semenjak Sulbar dibentuk menjadi Provinsi baru melalui undang Nomor 26 tahun 2004, Sulbar menjadi primadona dan menarik minat masyarakat dari daerah lain untuk bekerja di Sulbar, karena tingkat kebutuhan masyarakat semakin meningkat seiring Sulbar menjadi Provinsi baru,"katanya.

Sehingga kata dia, dengan masuknya pencari kerja di Sulbar yang belum memiliki pekerjaan tetap dan sementara menata ekonominya memicu naiknya angka kemiskinan di perkotaan.

"Ini semua merupakan tantangan yang dihadapi pemerintah di Sulbar dalam rangka menata ekonomi di kota dan menekan angka kemiskinan yang dapat dipicu arus urbanisasi yang tinggi,"katanya.

Sehingga ia mengatakan, Sulbar sementara ini sedang menggagas wilayahnya sebagai daerah industri karena dengan begitu akan dapat menyediakan lapangan kerja bagi pendatang di Sulbar yang ingin bekerja mencari nafkah.

"Investasi dan kerjasama pusat yang ditandai datannya tiga mentri itu berkunjung ke Sulbar diantaranya Mentri Kehutanan, Mentri Perindustrian dan Perdagangan, akan kita gagas dan tindaklanjuti untuk menjadi momentum menciptakan industri dalam rangka penyediaan lapangan kerja dan untuk menekan angka kemiskinan,"katanya.

Sementara kata dia, sektor perkebunan perikanan, perkebunan dan peternakan yang identik dengan masyarakat pedesaan juga akan terus digenjot pertumbuhannya karena itu sangat berpeluang menekan angka kemiskinan dan akan kemiskinan di desa akan terus dapat ditekan.

Ia berharap dengan sejumlah program pemerintah ditahun 2012 ini dapat menekan angka kemiskinan di Sulbar sekitar 13,5 persen ditahun 2011 sehingga angka kemiskinan di kota dan didesa dapat juga dapat berkurang. 
(T.KR-MFH/M019)