Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengataka, investor asal Singapura telah menyatakan siap untuk membangun pabrik pengolahan biji kakao di wilayah ini.
"Investor asal Singapura ini akan melakukan investasi untuk membangun pabrik pengolahan biji kakao dengan catatan pemerintah Kabupaten Mamuju bersedia menyiapkan lahannya," kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, keinginan pengusaha asal Singapura untuk membangun pabrik pengolahan kakao berkat dukungan pemerintah pusat melalui Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat yang sengaja memboyong para pengusaha bertandang ke Mamuju.
"Pak Menteri Perindustrian memboyong beberapa pengusaha nasional dalam kungjungan tiga menteri ke Mamuju kemarin, Selasa (21/2). Kebetulan ada pengusaha Singapura yang ikut tertarik berinvestasi di Sulbar,"terangnya.
Gubernur mengatakan, pemerintah pusat terus mendorong percepatan implementasi Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Sulawesi 2012-2015.
Karena itu, kata dia, kedatangan tiga menteri ke Mamuju, yaitu Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam rangka tindaklanjut untuk melaksanakan program pemerataan industri pengolahan hasil pertanian pada sentra penghasil komoditi.
"Pemerintah pusat sangat mengapresiasi program pembangunan industri pengolahan kakao di Sulbar. Kita harap, proses pembangunan pabrik pengolahan ini bisa dilaksanakan dalam waktu dekat,"ungkap dia.
Ia menyampaikan, ada tiga komoditi unggulan yang ada di Sulbar, yakni kakao, kelapa sawit dan rotan.
"Tiga komoditi ini ada di belahan bumi Sulbar dan menjadi sentra penghasil bahan mentah untuk diolah menjadi bahan setengah jadi. Hanya, saja harga tiga komoditi ini masih anjlok karena belum adanya industri pengolahan di daerah ini," ungkap dia.
Namun demikian, kata dia, atas kebijakan pemerintah pusat telah memprogramkan untuk melakukan pemerataan pembangunan pabrik industri ke daerah sentra penghasil komoditi unggulan yang ada di daerah.
"Saat ini sekitar 70 persen industri pengolahan ada di Pulau Jawa dan selebihnya ada di luar pulau Jawa. Kami inginkan pembangunan industri di luar Pulau Jawa 70 persen dan di Jawa hanya 30 persen saja," kata Anwar.
(T.KR-ACO/N002)
Gubernur : Investor Singapura Siap Bangun Pabrik Kakao
COPYRIGHT © 2012
Baca Juga
- Gubernur Nyatakan Mundur Apabila Terbukti Melakukan Korupsi
- Gubernur Sulbar Pantau Sengketa Pulau Lerek-Lerekang
- sulbar akan Pertahankan Lere-Lerekang
- Petani Papalang Tagih Janji Gubernur Sulbar
- Anggota DPRD Polman Tagih Janji Gubernur Sulbar
- Gubernur : Pola Pendanaan Gernas Ditangani Perbankan
- Gubernur Sulbar Berupaya Cari Solusi Terbaik Perkakaoan
- Gubernur Bantah Bibit Kakao Jember Tak Berkualitas

















