Mamuju (ANTARA News) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menyiapkan anggaran untuk kegiatan sambung samping kakao senilai Rp13 miliar.

"Tahun ini kami mendapatkan pembiayaan dari pusat melalui Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) 2012 sebesar Rp20 milIar. Pembiayaan ini dominan untuk kegiatan sambung samping senilai Rp13 miliar dan sisa anggaran lainnya untuk kegiatan lain seperti pengadaan pupuk dan pengadaan obat-obatan," kata Kepala Dishutbun Mamuju Ir Abraham Lati di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, anggaran program gerakan peningkatan produksi dan mutu kakao (Gernas kakao) ini tak lagi fokus pada kegiatan peremejaan maupun intensifikasi.

Karena itu kata dia, program sambung samping ini diharapkan bisa dilaksanakan secara optimal dalam rangka mendukung peningkatan produksi biji kakao di Mamuju.

Ia mengatakan, selain mendapatkan dukungan dana APBN untuk kegiatan pengembangan kakao juga dialokasikan anggaran melalui APBD sebesar Rp1,6 miliar.

"Program pengembangan kakao yang dibiayai APBD akan diarahkan untuk program sambung pucuk kakao,"ungkapnya.

Abraham mengatakan, program sambung pucuk telah dilaksanakan sejak tahun 2011 dan beberapa di antaranya telah ada yang menghasilkan.

Program sambung pucuk kakao kata dia, telah disiapkan lahan sekitar 42.000 pohon yang tersebar pada beberapa kecamatan di Mamuju.

"Program sambung pucuk juga sangat efektif untuk menyelamatkan kakao yang sudah tua agar kelak mampu menghasilkan produktifitas biji kakao di Mamuju," katanya.

Metode sambung pucuk, kata dia, merupakan konsep unggulan yang akan disiapkan oleh pemerintah kabupaten pada kegiatan tahun anggaran 2012.

"Sambung pucuk merupakan program terdahsyat yang akan kami laksanakan di tahun 2012. Metode sambung pucuk telah melalui hasil kajian akademis oleh tim ahli dan itu dianggap salah satu solusi guna menyelamatkan kakao tua agar kembali berproduksi secara normal," jelasnya. (T.KR-ACO/N002)