Makassar (ANTARA News) - Sekretaris Komisi D DPRD Kota Makassar Rahman mengatakan, pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selalu dilematis, karena petunjuk teknisnya kerap terlambat.

"Akibatnya, kepala sekolah takut membelanjakan dananya dan itu memicu tidak ada progres kinerja," kata Rahman di Makassar, Rabu.

Menurut dia, keterlambatan penyaluran dana BOS dan petunjuk teknisnya menyebabkan peruntukan dana terkadang tidak sesuai yang diharapkan atau usulan.

Karena itu, lanjut dia, dibutuhkan kejujuran dan keterbukaan bagi para pengelola dana tersebut, karena dari laporan di lapangan, ada yang memanfaatkan dana BOS untuk bidang lain.

Sebagai gambaran, dana BOS untuk membangun perpustakaan digunakan untuk perbaikan kelas yang sudah tidak layak digunakan sebagai sarana belajar-mengajar.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Maros, Sulsel Khaidir Syam mengatakan, perlu dievaluasi mengenai hubungan antara anggaran dengan kualitas pendidikan.

"Anggaran pendidikan sudah lumayan besar, karena selain disiapkan dana BOS dan DAK, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota setempat juga menyiapkan anggaran yang tidak sedikit," katanya.

Hanya saja, lanjut dia, pengalokasian anggaran tersebut tidak diikuti dengan ketepatan waktu pendistribusian petunjuk teknis kepada pengelola.

Belum lagi, petunjuk teknisn yang berubah-ubah setiap tahun, sesuai dengan kebijakan dari pihak pengambil keputusan.

Sementara itu, untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah juga memberikan dana insentif dan sertifikasi pada guru sekolah.

"Sehingga sungguh tidak wajar jika masih ada penyelewengan anggaran di lapangan," ujarnya. (T.S036/Z002)