Berita Terkait
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan mengembangkan komoditi pisang sebagai pangan lokal pengganti beras.

"Pisang merupakan makanan khas masyarakat Sulbar secara turun temurun, makanya komoditi itu akan dikembangkan menjadi komoditi andalan yang bisa dimanfaatkan menjadi pangan lokal pengganti beras," kata kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulbar Suharnati di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk pangan lokal menjadi bahan makanan pokok masyarakat guna mengurangi ketergantungan terhadap beras seperti mengembangkan pisang sebagai pangan lokal melalui industri.

"Komoditi pisang hasilnya sangat melimpah di Provinsi Sulbar. Jadi wajar jika komoditi itu dikembangkan menjadi pangan lokal," katanya.

Menurut dia, pemerintah di Sulbar sedang berupaya mengembangkan produk pangan lokal dengan melatih ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Sulbar dalam rangka menguasai teknik pengembangan pangan lokal.

"Sekitar 40 angota Tim Penggerak PKK Sulbar diutus ke Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan untuk mempelajari teknik pengembangan pangan lokal dan akan diproyeksikan menjadi industri makanan lokal," katanya.

Ia mengatakan, komoditi yang akan dikembangkan melalui industri untuk menjadi pangan lokal andalan Sulbar dalam pelatihan itu adalah pisang yang nantinya bisa dikomsumsi masyarakat.

Selain pisang, menurut dia, komoditi lainnya yang akan dikembangkan di Sulbar menjadi pangan lokal adalah umbi-umbian sangat potensial dikembangkan sebagai bahan makanan pokok masyarakat sehingga perlu diolah dengan menggunakan teknologi tepat guna agar bisa menghasilkan produk pengganti beras.

Menurut dia, apabila komoditi seperti pisang dan umbi-umbian dikembangkan menjadi bahan pokok masyarakat di Sulbar, maka akan mengurangi sekitar dua persen ketergantungan masyarakat terhadap komsumsi beras yang selama ini menjadi makanan pokok masyarakat setempat.

Untuk itu, pemerintah di tingkat pusat diharapkan dapat membantu pemerintah di Sulbar dalam hal pengadaan fasilitas teknologi tepat guna dan pembinaan untuk pengembangkan pangan lokal agar masyarakat tidak hanya mengandalkan beras.

"Kalau beras yang dikomsumsi masyarakat dikurangi dua persen maka otomatis cadangan pangan negara kita tidak akan terkuras dan justru dihemat, dan itu akan memperkuat kondisi ketahanan pangan negara kita," katanya.

Ia berharap upaya pengembangan pangan lokal seperti itu juga mendapat bantuan dan pembinaan dari pemerintah pusat.  (T.KR-MFH/S023)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar