Berita Terkait
Makassar (ANTARA News) - Karya sastra asal Sulawesi Selatan "I La Galigo" yang merupakan puisi terpanjang di dunia, masuk dalam Memory of the World lembaga dunia UNESCO.

"Karya sastra asal tanah Bugis ini merupakan karya sastra kedua di Indonesia yang masuk dalam MOW dan warisan dunia (World of Heritage), setelah karya Nagara Kertagama," kata Direktur Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies Dr Roger Tol di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, pemilihan karya sastra I La Galigo tersebut dengan beberapa pertimbangan di antaranya, merupakan karya sastra yang unik dan kompleks serta terpanjang di dunia mengalahkan karya sastra asal India Mahabharata.

Sementara naskah yang diikutkan dalam nominasi MOW saat itu, lanjut dia, dipilih naskah I La Galigo yang ditempatkan di Museum Universitas Leiden, Belanda dan naskah I La Galigo di Museum I La Galigo, Makassar, Indonesia.

"Naskah yang di Belanda sebanyak dua belas jilid dan satu naskah dari Makassar satu naskah tentang perjalanan Sawerigading ke Senrijawa," katanya.

Dia mengatakan, warisan sastra Bugis ini luar biasa, karena di dalamnya memuat banyak hal diantaranya sejarah, adat-istiadat, keagamaan, cerita kepahlawanan dan kesusastraan.

Sementara menyinggung upaya menyelamatkan dan melestarikan naskah kuno di Sulsel, dia mengatakan, membutuhkan infrastruktur yang tidak memerlukan biaya yang besar.

"Cukup menyediakan ruangan yang representatif dengan AC atau pengukur suhu yang stabil dan bebas dari debu," katanya.

Karena itu, "political will" dari pemerintah setempat dan manajemen pengelolaan perpustakaan serta dukungan SDM sangat penting dalam menjaga dan melestarikan naskah-naskah kuno, seperti yang dilakukan pemerintah Belanda. (T.S036/S016) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar