Mamuju (ANTARA News) - Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Provinsi Sulawesi Barat Ilham Zainuddin menilai pemberlakuan lelang elektronik melalui jasa internet di Sulbar bakal menyingkirkan pengusaha lokal.

"Pengusaha lokal kalah bersaing dengan pengusaha dari luar Sulbar setelah adanya kebijakan proses lelang pengadaan barang dan jasa melalui jasa internet," kata Ilham Zainuddin di Mamuju, Selasa.

Ia mengatakan bahwa pemerintah provinsi setempat yang melakukan lelang proyek melalui jasa internet membuat pengusaha lokal tersingkir dari dunia usaha karena tidak sepenuhnya pengusaha lokal menguasai lelang melalui internet.

"Banyak pengusaha lokal di provinsi ini kalah bersaing dengan pengusaha dari luar Sulbar yang masuk menawarkan jasa sebagai kontraktor untuk mengerjakan pengadaan barang dan jasa karena pengusaha dari luar lebih memahami internet," katanya.

Apalagi, kata dia, infrastruktur di provinsi ini belum memadai karena PT Telkom belum dapat memaksimalkan pelayanan jaringan internet agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya.

Terlebih lagi, lanjut dia, internet belum menjadi komsumsi pokok masyarakat atau kalangan pengusaha sehingga membuat mereka sulit mengikuti lelang pengadaan jasa melalui internet.

Para pengusaha yang akan mengikuti lelang proyek jasa konstruksi di Sulbar, menurut dia, sumber daya manusianya masih kurang untuk mengetahui cara mengakses lelang proyek melalui internet.

Dengan demikian, kata dia, mereka tidak memahami cara mengikuti lelang proyek, dan akibatnya kalah bersaing dengan pengusaha luar hingga membuat mereka tidak mendapat pekerjaan.

Dikatakan Zainuddin, mestinya kebijakan lelang internet diberlakukan pada tahun 2014 karena kondisi Sulbar belum layak untuk dilakukan lelang melalui internet pada saat sekarang ini.

"Kalau di daerah lain, mungkin sudah bisa melakukan lelang proyek melalui jasa internet. Akan tetapi, di Sulbar hal itu belum memungkinkan sehingga lelang melalui jasa internet di Sulbar perlu ditinjau kembali," katanya menandaskan.

Ia sangat menyayangkan lelang melalui internet hampir terjadi pada seluruh pengadaan barang dan jasa yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulbar tahun 2012.

"Seharusnya, kalaupun lelang internet dipaksakan pemerintah, hanya 30 persen saja pengadaan barang dan jasa yang menggunakan anggaran pada APBD Sulbar dilelang melalui internet, bukan seperti sekarang ini hampir seluruh pengadaan barang dan jasa di Sulbar dilelang melalui internet," katanya.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa Gapeknas Sulbar menolak dengan tegas lelang proyek melalui jasa internet, kemudian menuntut ada perlakuan khusus di Provinsi Sulbar dengan membiarkan lelang proyek secara manual.

"Lelang secara manual tetap berjalan demi keadilan bagi para pengusaha lokal agar bisa bersaing di dunia usaha," katanya. (T.KR-MFH/D007)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar