Berita Terkait
Manado (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Utara(Sulut) mulai mengekspor cengkih ke pasar internasional menyusul realisasi ke pasar Belanda yang terjadi pada pekan ketiga Oktober 2012.

"Puluhan ton  cengkih Sulut berhasil diekspor ke Belanda, dengan harga beli berkisar Rp124 ribu per kilogram(Kg)" kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan di Manado, Rabu.

Sanny mengatakan, ekspor ke Belanda tersebut merupakan pertanda baik guna perluasan pasar cengkih.

"Selama ini pembeli cengkih hanya didominasi pabrik rokok,  dengan adanya ekspor ke luar negeri, suatu hal yang positif, karena berarti pasarnya semakin terbuka lebar," kata Sanny.

Dengan makin luasnya pasar cengkih, maka peluang bagi petani Sulut untuk lebih mendorong produksi cengkih tumbuh lebih tinggi.

Terjadinya ekspor cengkih ke Belanda disambut positif petani cengkih di Sulut, mereka berharap harga cengkih kembali menguat ke tingkat harga yang menguntungkan.

"Harga cengkih sempat menyentuh angka Rp200 ribu per Kilogram(Kg) kami berharap dengan terbukanya ekspor ke luar negeri, akan mendorong harga di dalam negeri mengalami kenaikan," kata Sanny.

Harga cengkih di pasaran Manado pada bulan Oktober 2012 yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan hingga Rp120 ribu, secara perlahan mulai turun hingga  Rabu(24/10) ke posisi Rp110 ribu per Kg.

Penurunan harga cengkih yang terjadi belakangan ini, diperkirakan disebabkan panen cengkih cukup banyak yang terjadi di wilayah Bolaang Mongondow.

Tanaman cengkih Bolaang Mongondow terlambat panen dan baru dilakukan pada bulan Oktober ini, kata Anton, warga Minahasa yang mengaku sedang memanen cengkih di kawasan Bolaang Mongondow Selatan(Bolsel).

Cengkih merupakan komoditas unggulan masyarakat Sulut, lebih 100 ribu kepala keluarga di daerah ini menyandarkan hidupnya dari hasil panen cengkih, dalam kondisi panen raya cengkih Sulut mampu berproduksi sebanyak 15 ribu ton. (T.G004/B008)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar