MHN Segera Revitalisasi Pulau Panambungan

PANGKEP - Direktur Utama Makassar Hotel Network (MNH) Syahruddin Hamun melambaikan tangan saat meninggalkan Pulau Panambungan Kabupaten Pangkep, Sulsel, Minggu (4/11). Pulau Panambungan segera direvitalisasi, penyelesaian diperkirakan rampung 2015 me

Berita Terkait
Makassar (ANTARA News) - Grup Makasar Hotel Network (MHN) segera melakukan revitalisasi Pulau Panambungan dengan melakukan perbaikan serta menawarkan promo wisata pulau bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

"Kita sudah konsep pulau panambungan ini, rencananya segera direvitalisasi dengan konsep iconik kemudian diperbaiki sedemikian rupa, agar para pengunjung tertarik," kata Direktur Utama Grup MHN Syahruddin Hamun di Makassar, Senin.

Mengenai jumlah investasi yang akan digelontorkan, Syahruddin belum mau menyebutkan berapa besar investasi tersebut, namun kata dia, pihaknya telah siap bahkan telah menjajaki arsitek terkemuka untuk merevitalisasi Pulau Panambungan.

"Kita sudah finalisasi konsepnya dengan menjadikan pulau ini sebuah icon baru baik para wisatawan maupun tamu hotel. Arsiteknya dari Rusia dan sudah berpengalaman merancang pulau, beliau sudah siap bekerja," paparnya.

Ia menjelaskan, Pulau Panambungan merupakan satu-satunya pulau diantara pulau lain di Kabupaten Pengkep, Sulsel yang mempunyai pohon pinus sekelas cemara. Tidak hanya itu, pulau dengan luas empat hektar ini tidak berpenghuni serta pengujung dapat melakukan snorkling di bibir pulau.

"Rencananya pulau ini akan direklamasi hingga enam hektar, kita akan buat konsep pegunungan menyatu dengan laut dimana dataran pulau dihijaukan, sementara cottage atau penginapan dibangun 30 unit di bibir pulau tanpa merusak biota lautnya," katanya.

Saat ini proses perbaikan masih jalan, tetapi bagi tamu maupun wisatawan yang ingin ke Pulau Panambungan untuk sekedar melepas penat dikenakan biaya masuk Rp50 ribu di luar biaya nginap dan makanan.

"Kalaupun ada orang yang ingin sekedar singgah kita kenakan biaya masuk, tetapi bila ingin menikmati fasilitas lain seperti penginapan dan makanan dikenakan biaya tambahan," ujarnya.

Kendati Pulau Panambungan bersifat eksklusif hanya diperuntukkan bagi kalangan tertentu, lanjut Syahruddin, pihaknya berupaya agar para tamu bisa menikmati pulau ini secara privasi. Selain itu, para tamu akan dimanjakan oleh pengelola.

"Pulau Panambunan bersifat ekskusif, jadi tidak sembarangan menerima tamu. Kalau pun sudah ada tamu kita tidak menerima tamu lainnya. Tamu juga akan dimanjakan dengan biota laut serta segala fasilitas yang ada. Air bersih sudah dijamin termasuk listrik," ujarnya.

Mengenai hak pengelolaan pulau, pihaknya telah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah Kabupaten Pangkep untuk mengelola termasuk bagi hasil.

"Kami sudah sepakat dan hak pengelola sudah ditandatangani pada akhir 2011 dengan pemerintah pangkep," urainya.

Revitalisasi rencananya selesai 2015 dengan konsep sebagai salah satu pulau berkelas sejajar dengan pulau-pulau eksklusif yang ada di dunia. (T.KR-DF/F003) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar