Makassar (ANTARA News) - Inspektur Tambang dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel Deny Abdullah mengatakan, perusahaan tambang harus mengutamakan jaminan keselamatan karyawan (pekerja).

"Keselamatan kerja merupakan bagian dari sistem kinerja perusahaan, sehingga pihak perusahaan harus betul-betul memperhatikan keselamatan karyawannya," kata Deny di Makassar, Senin.

Menurut dia, pihak perusahaan tambang harus memberikan rasa aman terhadap karyawan mengingat pekerjaan itu mengandung resiko.

Dia mengatakan, perlakuan rasa aman itu bukan hanya dari segi kecelakaan kerja, tetapi juga aman dari segi pencemaran yang berkaitan dengan masalah kesehatan karyawan.

"Adanya ketidakharmonisan antara pihak perusahaan tambang dan karyawan, biasanya dipicu karena jaminan keselamatan kerja ataupun sosial tidak terpenuhi," katanya.

Karena itu, lanjut dia, perusahaan tambang harus memperhatikan dan memenuhi undang-undang ketenagakerjaan, sehingga disharmonisasi hubungan antara pihak perusahaan dan karyawan tidak terjadi.

Sementara itu, salah seorang warga di sekitar Kawasan Wisata Purbakala Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulsel H Nawir mengatakan, perusahaan marmer dan semen yang tak jauh dari rumahnya kerap meninggalkan debu-debu.

"Apalagi mobil-mobil truk pengangkut material selalu lalu-lalang di depan rumah warga. Sudah beberapa kali warga memprotes pihak perusahaan, namun tidak pernah digubris," katanya.

Karena itu, mewakili warga lainnya, dia berharap agar pihak perusahaan dan pemerintah dapat memperhatikan kesehatan warga yang selalu terkena debu. (T.S036/S016) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar