Berita Terkait
Mamuju (ANTARA News) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat, H.Hamzah Hapati Hasan, lebih memilih membuka kegiatan bhakti sosial di Desa Kalonding, Kecamatan Sampaga, Mamuju, dari pada harus mengikuti agenda nasional Kemah Budaya Nasional (KBN).  

"Pada hari yang bersamaan ini ada agenda nasional KBN 2012 yang dipusatkan di Kabupaten Polman yang konon dibuka langsung oleh Kemendikbud. Tetapi, saya lebih memilih hadir dalam kegiatan ini. Biarlah gubernur yang kesana, sedangkan saya pergi menemui masyarakat di desa ini,"kata Ketua DPRD Sulbar, H.Hamzah Hapati Hasan, saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan bhakti sosial di Desa Kalonding, Mamuju, Senin.

Menurutnya, kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan sunatan massal juga agenda penting sehingga dirinya lebih memilih untuk berbaur dengan masyarakat di daerah ini sekaligus untuk menyerap aspirasi warga desa setempat.

"Pengobatan gratis wajib dilaksanakan karena merupakan kepentingan masyarakat khususnya bagi kalangan pra sejahtera,"terangnya.

Ia menyampaikan, urusan pelayanan kepada masyarakat, sebaiknya sekat-sekat dipisahkan. Tidak bisa lagi bicara tentang partai, bicara tentang kewenangan antar tingkatan pemerintahan ,tapi merupakan kewajiban sebagai pelayan masyarakat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakatnya tanpa pandang bulu.

"Sekat-sekat warna partai atau golongan harus dihilangkan. Demikian pula kewenangan pemerintah. Apakah kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, atau pemerintah daerah, semuanya sama karena ini menyangkut kepentingan masyarakat, menyangkut kesehatan masyarakat," ujar Hamzah.

Hamzah menuturkan, setelah tahun 2009, baru kali ini ia kembali mengunjungi Desa Kalonding karena selama kurang lebih empat tahun ia harus berkeliling ke-66 kecamatan dan 1.200 desa di seluruh Sulbar.

"Saya selaku wakil rakyat wajib mengunjungi konstituen di semua wilayah di Sulbar. Ini merupakan kewajibannya sebagai wakil rakyat dan ketua DPRD yang harus menjadi milik seluruh masyarakat Sulbar.

Jadi kata dia, bukan karena mendekati pemilu baru dirinya bisa datang lagi, tapi karena selama ini memang harus berkeliling ke-66 kecamatan dan 1.200 desa di Sulbar. (T.KR-ACO/M009) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar