Kupang (ANTARA News) - Kepala PT Pelni Cabang Kupang, Indra Irawan mengatakan kapal Pelni siap menyinggahi Pelabuhan Atapupu di Kabupaten Belu, wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Hanya saja, keputusan untuk menyinggahi suatu pelabuhan termasuk Atapupu ada di tangan Kementerian Perhubungan dan Direksi PT Pelni pusat berdasarkan usulan pemerintah daerah, kata Indra Irawan, di Kupang, Kamis.

"Saya mendukung dan siap untuk melayani masyarakat di Kabupaten Belu karena rasa cinta pada rakyat NTT," kata Irawan terkait permintaan masyarakat di Kabupaten Belu agar kapal penumpang milik PT Pelni menyinggahi Pelabuhan Atapupu untuk membuka isolasi wilayah serta transformasi penduduk di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Menurut dia, saat ini sudah ada enam kapal Pelni yang menyinggahi NTT tetapi rute pelayaran kapal diatur oleh PT Pelni Pusat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Belu sebaiknya segera bersurat kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, dengan tembusan surat ke PT Pelni, agar pelabuhan Atapupu bisa masuk dalam rute pelayaran kapal Pelni, katanya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur Stefanus Ratoe Oedjoe secara terpisah menambahkan, kapal Pelni bisa diarahkan untuk menyinggahi Pelabuhan Atapupu tetapi Bupati Belu harus mengirim surat permohonan kepada Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Surat permohonan tersebut harus menggambarkan potensi lalulintas manusia dan barang dari wilayah itu ke wilayah lain di Indonesia.

Atas dasar itu, Kementerian Perhubungan mengirim tim untuk melakukan survei ke Kabupaten Belu untuk mengetahui layak atau tidaknya pelabuhan itu disinggahi kapal Pelni, kata Ratoe Oedjoe.

"Artinya, tidak ada masalah. Tinggal pemerintah merespon permintaan masyarakat dengan mengirim surat permohonan ke Dirjen Perhubungan Laut di Jakarta," katanya. (T.B017/S004) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar