Makassar (ANTARA News) - Kepala Bagian Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan Dr Rusdi mengatakan, kompetensi guru Bahasa Indonesia di Sulsel masih rendah.

"Dari hasil survei dan pelatihan seluruh guru di Sulsel diketahui, permasalahan yang paling sering dialami adalah kemampuan guru yang belum mencapai standar kompetensi, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia," kata Rusdi di Makassar, Jumat.

Menurut dia, hal itu tercermin dari data terakhir yang dikumpulkan untuk suatu penelitian ilmiah diperoleh data bahwa, guru yang mengikuti tes kualifikasi dari sebuah kabupaten, hanya 11 orang lulus dari 82 orang guru yang melakukan ujian kualifikasi.

Mencermati hal tersebut, Rusdi mengatakan, pihaknya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang peran dan tugas keprofesionalan guru dapat diwujudkan.

"Upaya itu diantaranya dengan merencanakan pembelajaran yang bermutu, menilai dan mengevaluasi pembelajaran, bertindak objektif dan tidak diskriminatif," katanya.

Dia mengatakan, fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa, Bahasa Indonesia dalam ujian nasional kerap memiliki nilai rendah dibanding bidang studi lain, karena tidak adanya penyadaran dan pemberian pelatihan kepada sejumlah guru di Indonesia terkait subtansi dari bahasa indonesia itu.

Hal tersebut disebabkan karena selama ini guru hanya diberikan materi tentang membuat RPP, silabus dan bahan ajar yang baik.

"Tetapi tidak pernah diajarkan sampai pada hal yang paling mendasar, misalnya memberikan pelatihan fonologi, semantik dan semiotika dari Bahasa Indonesia," katanya. (T.S036/I006) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar